Upaya BI Jaga Stabilitas Sistem Keuangan
Mahmuda attar hussein
Kamis, 03 Februari 2022 - 15:30 WIB
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan. Foto: BI
Bank Indonesia (BI) mengarahkan seluruh instrumen bauran dan kebijakannya untuk mendukung terjaganya stabilitas sistem keuangan dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hal itu telah dilakukan sepanjang masa pandemi Covid-19 tahun lalu.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan, suku bunga kebijakan moneter dan injeksi likuiditas terus dilakukan untuk mendorong penurunan suku bunga perbankan dan penyaluran kredit untuk pembiayaan dunia usaha.
"Kebijakan makro prudensial dan akomodatif, juga terus dilonggarkan untuk mendorong dunia usaha dan PEN, serta menjaga stabilitas sistem keuangan," jelasnya dalam Konferensi Pers KSSK: Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2022 dan Perkembangan Makro Ekonomi dan Sektor Keuangan Triwulan IV tahun 2021, Rabu (2/2).
Baca juga: Sri Mulyani: Bauran Kebijakan dan Sinergi Antarlembaga Perkuat Pemulihan Ekonomi
Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran juga terus dilakukan untuk mengintegrasikan keuangan digital nasional, sekaligus mendorong inklusi ekonomi dan keuangan.
Tahun ini, lanjut Perry, bauran kebijakan BI diarahkan untuk menjaga stabilitas, dengan tetap mendukung upaya bersama PEN. Dalam hal ini, kebijakan moneter akan diarahkan untuk menjaga stabilitas, sekaligus memitigasi dampak global dari normalisasi kebijakan di negara maju, khususnya Bank Central AS.
"Sementara kebijakan lain, yaitu makro prudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta ekonomi keuangan inklusif dan hijau tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," jelasnya.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan, suku bunga kebijakan moneter dan injeksi likuiditas terus dilakukan untuk mendorong penurunan suku bunga perbankan dan penyaluran kredit untuk pembiayaan dunia usaha.
"Kebijakan makro prudensial dan akomodatif, juga terus dilonggarkan untuk mendorong dunia usaha dan PEN, serta menjaga stabilitas sistem keuangan," jelasnya dalam Konferensi Pers KSSK: Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2022 dan Perkembangan Makro Ekonomi dan Sektor Keuangan Triwulan IV tahun 2021, Rabu (2/2).
Baca juga: Sri Mulyani: Bauran Kebijakan dan Sinergi Antarlembaga Perkuat Pemulihan Ekonomi
Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran juga terus dilakukan untuk mengintegrasikan keuangan digital nasional, sekaligus mendorong inklusi ekonomi dan keuangan.
Tahun ini, lanjut Perry, bauran kebijakan BI diarahkan untuk menjaga stabilitas, dengan tetap mendukung upaya bersama PEN. Dalam hal ini, kebijakan moneter akan diarahkan untuk menjaga stabilitas, sekaligus memitigasi dampak global dari normalisasi kebijakan di negara maju, khususnya Bank Central AS.
"Sementara kebijakan lain, yaitu makro prudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta ekonomi keuangan inklusif dan hijau tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," jelasnya.