home masjid

Sejarah Hari Ahad Diganti Jadi Minggu, Ini Bedanya

Ahad, 25 Juli 2021 - 12:35 WIB
Ilustrasi kalender di hari Minggu. (Foto: Istimewa).
Ummat Islam di Indonesia masih beranggapan bahwa tidak ada masalah menyebutkan kata 'Hari Minggu'. Padahal momen tanggal merah di kalender itu memiliki sejarah.

Bila dicek dari KBBI, Minggu: n (ditulis dengan huruf besar) hari pertama dalam jangka waktu satu minggu; Ahad: pada hari -- semua pegawai libur atau, n jangka waktu yang lamanya tujuh hari; pekan: setiap tahun kami mendapat cuti dua --.

Sama juga dengan Ahad: n hari pertama dalam jangka waktu satu minggu; Minggu atau n (ditulis dengan huruf kecil) satu; esa. Makna dalam kamus besar ini hampir sama kalau terkait penyebutan hari.

"Hari Minggu ini tidak ada, yang ada Ahad," kata Ustadz Adi Hidayat dalam kutipan ceramah singkatnya di Youtube.

Dalam Islam, hari Minggu yang kita kenal disebut hari Ahad. Penamaan hari Minggusebenarnya dibawa oleh orang-orang Nasrani dari Portugis laludiadopsi oleh masyarakat Indonesia hingga sekarang.

Ustadz Adi Hidayat mengatakan, penamaan hari Minggu baru dipakai sejak kedatangan bangsa Portugis pada 1511. Mereka diutus untuk membawa tiga misi suci yakni Gold, Glory dan Gospel.

Gospel yang berarti menyebarkan ajaran (agama) baru ini diyakini oleh masyarakat di wilayah jajahan mereka, termasuk nusantara yang kini Indonesia. Salah satu bentuknya membangun rumah ibadah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sejarah ummat muslim hari ahad hari minggu
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya