Nyaris Terendam, Tim ITB Amankan Fosil di Waduk Saguling
Mahmuda attar hussein
Ahad, 06 Februari 2022 - 15:30 WIB
Fosil di waduk Saguling. Foto: ITB
Fosil yang terdapat di Pulau Sirtwo, Saguling, Kabupaten Bandung Barat, nyaris terendam akibat naiknya volume air waduk karena intensitas hujan yang cukup tinggi.
Hal itu membuat tim dari Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB bergegas untuk mengamankan peninggalan jejak sejarah tersebut.
Baca juga: Siapkan Wirausahawan Terbaik, Sekolah Cendekia BAZNAS Gelar Tes di 25 Provinsi
Dilansir itb.ac.id, sebelumnya telah ditemukan fosil di pulau yang terletak di tengah Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Penemuan itu berawal dari laporan masyarakat, yang kemudian diteliti oleh tim dari Prodi Teknik Geologi ITB.
“Fosil ini ditemukan oleh penduduk setempat beberapa bulan lalu. Kami menyelamatkan fosil lain yang terletak jauh lebih rendah di strata. Sekarang air sudah naik 5 meter lebih tinggi karena musim hujan,” ujar salah satu anggota tim, Alfend Rudyawan dalam keterangannya, dikutip Minggu (6/2).
Baca juga: UNS Beri Penghargaan ke Sri Mulyani, Ini Alasannya
Usai berdiskusi dengan pihak terkait sejak penemuan fosil tersebut, termasuk dengan IAGI, Museum Geologi dan warga masyarakat sekitar, diputuskan bahwa fosil tulang hewan itu harus segera diselamatkan.
Hal itu membuat tim dari Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB bergegas untuk mengamankan peninggalan jejak sejarah tersebut.
Baca juga: Siapkan Wirausahawan Terbaik, Sekolah Cendekia BAZNAS Gelar Tes di 25 Provinsi
Dilansir itb.ac.id, sebelumnya telah ditemukan fosil di pulau yang terletak di tengah Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Penemuan itu berawal dari laporan masyarakat, yang kemudian diteliti oleh tim dari Prodi Teknik Geologi ITB.
“Fosil ini ditemukan oleh penduduk setempat beberapa bulan lalu. Kami menyelamatkan fosil lain yang terletak jauh lebih rendah di strata. Sekarang air sudah naik 5 meter lebih tinggi karena musim hujan,” ujar salah satu anggota tim, Alfend Rudyawan dalam keterangannya, dikutip Minggu (6/2).
Baca juga: UNS Beri Penghargaan ke Sri Mulyani, Ini Alasannya
Usai berdiskusi dengan pihak terkait sejak penemuan fosil tersebut, termasuk dengan IAGI, Museum Geologi dan warga masyarakat sekitar, diputuskan bahwa fosil tulang hewan itu harus segera diselamatkan.