Hindari Stop Pembicaraan Orang, Ini 5 Adab Bicara dalam Islam
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 09 Februari 2022 - 08:13 WIB
Tersenyum dan tidak memotong pembicaraan adalah etika berbicara yang baik dalam Islam. Foto: LANGIT7/iStock
Hablumminannas atau berhubungan antara manusia tak terlepas dari berkomunikasi. Cara ini adalah salah satu kebutuhan dalam berinteraksi dengan sesama manusia.
Menurut ajaran Islam, berkomunikasi dengan orang lain ada etikanya sendiri. Hal ini untuk menghindari lawan bicara tersinggung atau sakit sakit hati dari apa yang kita sampaikan.
Dilansir dari Al-Islam.org berikut cara atau metode berinteraksi seperti yang diajarkan Rasulullah SAW, yang patut di contoh oleh umat muslim sebagai adab ketika berbicara, diantaranya :
Baca juga: 7 Adab Berdoa kepada Allah, Salah Satunya Tidak Mengeraskan Suara
1. Selalu tersenyum saat berbicara
Saat Nabi Muhammad SAW ingin berbicara dengan seseorang saat di jalan atau dalam pertemuan, beliau akan berbicara sambil melihat lawan bicaranya. Selain itu, Rasulullah juga selalu menyisipkan senyuman untuk membuat nyaman teman bicaranya.
Rasulullah SAW bersabda, “Senyum yang engkau berikan kepada saudaramu terhitung sedekah.” (HR. At-Tirmidzi dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’).
Menurut ajaran Islam, berkomunikasi dengan orang lain ada etikanya sendiri. Hal ini untuk menghindari lawan bicara tersinggung atau sakit sakit hati dari apa yang kita sampaikan.
Dilansir dari Al-Islam.org berikut cara atau metode berinteraksi seperti yang diajarkan Rasulullah SAW, yang patut di contoh oleh umat muslim sebagai adab ketika berbicara, diantaranya :
Baca juga: 7 Adab Berdoa kepada Allah, Salah Satunya Tidak Mengeraskan Suara
1. Selalu tersenyum saat berbicara
Saat Nabi Muhammad SAW ingin berbicara dengan seseorang saat di jalan atau dalam pertemuan, beliau akan berbicara sambil melihat lawan bicaranya. Selain itu, Rasulullah juga selalu menyisipkan senyuman untuk membuat nyaman teman bicaranya.
Rasulullah SAW bersabda, “Senyum yang engkau berikan kepada saudaramu terhitung sedekah.” (HR. At-Tirmidzi dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’).