LANGIT7.ID, Jakarta - Berdoa merupakan cara berkomunikasi seorang hamba kepada Allah. Karenanya, berdoa harus memperhatikan adab berdoa.
Adab berdoa memiliki keutamaan agar doa menjadi sempurna dan dikabulkan oleh Allah. Seorang muslim harus memperhatikan adab dan tata cara berdoa yang telah diperintahkan dan dicontohkan oleh Rasulullah.
Berdasarkan hadits-hadits Nabi Saw, setidaknya terdapat tujuh adab dalam berdoa kepada Allah. Pertama, menghadap kiblat.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari dari Abdullah bin Zaid, dia berkata: “Nabi Saw keluar menuju tempat shalat ini untuk meminta hujan, lalu beliau berdoa miminta hujan dengan menghadap kiblat dan membalikkan selendangnya.”
Baca Juga: Tahajud dan Shalat Subuh Bermanfaat Jaga Kesehatan Kedua, diawali tahmid atau memuji Allah dan bershalawat atas Nabi Muhammad sebelum berdoa. Adab berdoa ini sebagaimana hadis riwayat Imam Abu Dawud, bahwa Nabi Saw bersabda: “Apabila kalian berdoa, hendaknya dia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi Saw. Kemudian berdoalah sesuai kehendaknya.”
Ketiga, berdoa dengan suara pelan dan lirih. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari dari Abu Musa, bahwa Nabi Saw bersabda: “Wahai manusia, rendahkanlah suara kalian. Sesungguhnya kalian tidak menyeru Dzat yang tuli dan jauh, sesungguhnya Allah bersama kalian. Dia Maha mendengar lagi Maha Dekat.”
Keempat, yakin bahwa Allah mengabulkan doa. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Tirmidzi dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda: “Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).”
Baca Juga: Deretan Waktu Mustajab untuk Memanjatkan Doa dan Pengharapan Kelima, tidak tergesa-gesa agar segera dikabulkan. Ini sebagaimana hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim, bahwa Nabi Saw bersabda: “Akan dikabulkan (doa) kalian selama tidak tergesa-gesa. Dia mengatakan; Saya telah berdoa, namun belum saja dikabulkan.”
Keenam, tidak berdoa untuk hal-hal yang dilarang dan memutuskan silaturahim dengan orang lain. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim dan Abu Dawud dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda: “Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturahim, selama dia tidak terburu-buru.”
Ketujuh, kemudian doa diakhiri dengan membaca tahmid dan shalawat kepada Nabi Saw. Demikianlah tujuh adab berdoa menurut para ulama yang dinukil dari beberapa hadits-hadits Nabi Saw.
Baca Juga: Angkat Isu Pemerataan Akses Pelayanan Kanker yang Bermutu(zhd)