Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 25 Juni 2026
home masjid detail berita

7 Adab Berdoa kepada Allah, Salah Satunya Tidak Mengeraskan Suara

fajar adhitya Jum'at, 04 Februari 2022 - 12:15 WIB
7 Adab Berdoa kepada Allah, Salah Satunya Tidak Mengeraskan Suara
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Berdoa merupakan cara berkomunikasi seorang hamba kepada Allah. Karenanya, berdoa harus memperhatikan adab berdoa.

Adab berdoa memiliki keutamaan agar doa menjadi sempurna dan dikabulkan oleh Allah. Seorang muslim harus memperhatikan adab dan tata cara berdoa yang telah diperintahkan dan dicontohkan oleh Rasulullah.
Berdasarkan hadits-hadits Nabi Saw, setidaknya terdapat tujuh adab dalam berdoa kepada Allah. Pertama, menghadap kiblat.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari dari Abdullah bin Zaid, dia berkata: “Nabi Saw keluar menuju tempat shalat ini untuk meminta hujan, lalu beliau berdoa miminta hujan dengan menghadap kiblat dan membalikkan selendangnya.”

Baca Juga: Tahajud dan Shalat Subuh Bermanfaat Jaga Kesehatan

Kedua, diawali tahmid atau memuji Allah dan bershalawat atas Nabi Muhammad sebelum berdoa. Adab berdoa ini sebagaimana hadis riwayat Imam Abu Dawud, bahwa Nabi Saw bersabda: “Apabila kalian berdoa, hendaknya dia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi Saw. Kemudian berdoalah sesuai kehendaknya.”

Ketiga, berdoa dengan suara pelan dan lirih. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari dari Abu Musa, bahwa Nabi Saw bersabda: “Wahai manusia, rendahkanlah suara kalian. Sesungguhnya kalian tidak menyeru Dzat yang tuli dan jauh, sesungguhnya Allah bersama kalian. Dia Maha mendengar lagi Maha Dekat.”

Keempat, yakin bahwa Allah mengabulkan doa. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Tirmidzi dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda: “Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).”

Baca Juga: Deretan Waktu Mustajab untuk Memanjatkan Doa dan Pengharapan

Kelima, tidak tergesa-gesa agar segera dikabulkan. Ini sebagaimana hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim, bahwa Nabi Saw bersabda: “Akan dikabulkan (doa) kalian selama tidak tergesa-gesa. Dia mengatakan; Saya telah berdoa, namun belum saja dikabulkan.”

Keenam, tidak berdoa untuk hal-hal yang dilarang dan memutuskan silaturahim dengan orang lain. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim dan Abu Dawud dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda: “Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturahim, selama dia tidak terburu-buru.”

Ketujuh, kemudian doa diakhiri dengan membaca tahmid dan shalawat kepada Nabi Saw. Demikianlah tujuh adab berdoa menurut para ulama yang dinukil dari beberapa hadits-hadits Nabi Saw.

Baca Juga: Angkat Isu Pemerataan Akses Pelayanan Kanker yang Bermutu

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 25 Juni 2026
Imsak
04:31
Shubuh
04:41
Dhuhur
11:59
Ashar
15:20
Maghrib
17:52
Isya
19:06
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan