Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 Juli 2026
home lifestyle muslim detail berita

Hindari Stop Pembicaraan Orang, Ini 5 Adab Bicara dalam Islam

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 09 Februari 2022 - 08:13 WIB
Hindari Stop Pembicaraan Orang, Ini 5 Adab Bicara dalam Islam
Tersenyum dan tidak memotong pembicaraan adalah etika berbicara yang baik dalam Islam. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Hablumminannas atau berhubungan antara manusia tak terlepas dari berkomunikasi. Cara ini adalah salah satu kebutuhan dalam berinteraksi dengan sesama manusia.

Menurut ajaran Islam, berkomunikasi dengan orang lain ada etikanya sendiri. Hal ini untuk menghindari lawan bicara tersinggung atau sakit sakit hati dari apa yang kita sampaikan.

Dilansir dari Al-Islam.org berikut cara atau metode berinteraksi seperti yang diajarkan Rasulullah SAW, yang patut di contoh oleh umat muslim sebagai adab ketika berbicara, diantaranya :

Baca juga: 7 Adab Berdoa kepada Allah, Salah Satunya Tidak Mengeraskan Suara

1. Selalu tersenyum saat berbicara

Saat Nabi Muhammad SAW ingin berbicara dengan seseorang saat di jalan atau dalam pertemuan, beliau akan berbicara sambil melihat lawan bicaranya. Selain itu, Rasulullah juga selalu menyisipkan senyuman untuk membuat nyaman teman bicaranya.

Rasulullah SAW bersabda, “Senyum yang engkau berikan kepada saudaramu terhitung sedekah.” (HR. At-Tirmidzi dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’).

2. Tidak memandang status sosial

Beliau menghormati orang-orang dari semua kelas dan pangkat sedemikian rupa. Sehingga setiap orang yang bertemu dengannya merasa seolah-olah dia adalah orang yang paling terhormat di mata Nabi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).” (QS. An-Nisa’: 86)

Orang yang memiliki etika baik dapat dilihat dari bagaimana ia memperlakukan manusia lainnya. Menghormati orang tanpa memandang kelas, pangkat atau status sosial apapun itu menunjukkan bahwa Anda manusia berahlak baik.

3. Rendah hati dan jujur

Rasulullah selalu memberi kerendahan hati, martabat, kejujuran dan kesenangan dalam setiap pertemuan. Di samping itu, Nabi Muhammad SAW tidak pernah meninggikan suaranya saat berbicara.

Kejujuran merupakan awal dari segalanya. Jujur dalam bertindak mampu membuat orang nyaman dengan Anda. Mereka tidak akan mudah tersinggung dengan apa yang Anda katakan.

Tak hanya itu, bertutur kata yang lembut juga dapat menjadi nilai tambah bagi Anda.

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari." (QS. Al-Hujurat: 2).

4. Rasulullah menghormati yang lebih tua dan membelai anak kecil.

Saling menghormati antar sesama ialah tingkat tertinggi dalam etika kehidupan. Maka itu, tetap terapkan hal seperti ini.

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bukan golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda atau tidak menghormati yang lebih tua.” (HR. at-Tirmidzi no. 1842 dari shahabat Anas bin Malik).

Baca juga: Adab Ketika Melihat dan Mendengar Musibah Kecelakaan

5. Berbicara sedikit dan tidak memotong pembicaraan orang lain.

Nabi Muhammad SAW berbicara sangat sedikit dan tidak pernah memotong pembicaraan orang lain. Siapa yang suka ketika pembicaraannya dipotong? Tidak ada. Ketika lawan bicara Anda sedang berbicara dengarkan secara saksama, dan Anda dapat memulai ketika ia telah selesai berbicara. Karena hal tersebut menunjukkan bahwa Anda menghargai dia.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan