Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home global news detail berita

Adab Ketika Melihat dan Mendengar Musibah Kecelakaan

hasanah syakim Jum'at, 21 Januari 2022 - 16:35 WIB
Adab Ketika Melihat dan Mendengar Musibah Kecelakaan
Ilustrasi kecelakaan. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Musibah kecelakaan menjadi takdir yang telah Allah SWT tetapkan dan tidak bisa terhindarkan. Dengan begitu, Allah SWT dan Rasul-Nya telah memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa mengingat dan berdoa kepada Allah SWT agar terhindar dari musibah kecelakaan.

Melalui Al-Qur’an dan hadis, Allah SWT dan Rasul-Nya mengajarkan umat Islam untuk ikhlas, tabah, bersabar, dan siap dalam menghadapi musibah. Lantas, bagaimanakah sikap umat Islam ketika melihat dan mendengar orang lain tertimpa musibah yang bisa datang kapanpun dan dimanapun?

Baca juga: Doa Saat Berkendara Agar Terhindar dari Segala Musibah

Ketika mendengar dan melihat orang lain terkena musibah, maka hal yang harus dilakukan adalah berempati atau ikut merasa sedih. Sehingga hati tergerak untuk memberikan segala jenis bantuan baik berupa materi ataupun non materi.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya untuk melafalkan doa bagi seseorang ketika melihat orang lain tertimpa musibah. Umat muslim diharuskan pula percaya bahwa musibah dan bencana datang dari Allah SWT, sehingga dari kejadian tersebut bisa mendoakan agar orang yang tertimpa musibah segera dipulihkan dari kesulitan. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ رَأَى مُبْتَلًى فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلَاءُ

Artinya: "Dari Ibnu Umar ra dia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda, Barangsiapa dikagetkan oleh orang yang tertipa musibah, kemudian dia mengucapkan Alhamdulillahi-lladzii ‘ aa faaniimimmabtalaaka bihi wafaddlalanii ‘alakatsiirin mimman khalaqa tafdliilaa. (Segala puji bagi Allah SWT yang tellah menyelamatkanku dari musibah yang menimpamu dan memberi kelebihan kepadaku atas semua yang diciptakan-Nya dengan kelebihan yang sempurna). Maka dia akan diselamatkan dari musibah itu bagaimanapun juga." (Hadis Sunan Ibnu Majah).

Baca juga: Usut Kecelakaan Maut di Balikpapan, Polri Terjunkan Tim TAA

Selain itu, saat mendengar musibah yang menimpa seseorang, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk senantiasa mengucapkan:

إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اَللّٰهُمَّ أَجِرْهُم فِيْ مُصِيْبَتِهِمْ، وَأَخْلِفْ لَهُمْ خَيْرًا مِنْهَا

Artinya: "Sesungguhnya kita milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kita akan kembali. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan berilah ganti yang lebih baik."

Dalam doa tersebut mengandung pengertian bahwa diri sendiri, keluarga, dan harta yang dimilki pada hakikatnya adalah milik Allah SWT, sehingga apapun yang sedang manusia miliki semua itu sebagai suatu pinjaman atau suatu amanat. Jika suatu saat seorang muslim kehilangan sesuatu yang dimiliki, harus ikhlas dan ridha apabila keluarga tercinta diambil oleh pemiliknya yang hakiki.

Baca juga: Polisi Sebut 4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut Simpang Muara Rapak

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan