home masjid

Dari Masjid, Warga Wadas Melawan Kezaliman

Kamis, 10 Februari 2022 - 22:00 WIB
Warga Wadas menolak penggusuran. Foto: Antara.
Masyarakat sedang bermujahadah di dalam masjid ketika sekitar satu kompi aparat kepolisian menyisir pemukiman warga di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah. Personil yang datang beratribut lengkap dengan senjata dan menenteng tameng huru-hara.

Sejak Senin (7/2/2022) kepolisian memang sudah merencanakan operasi pengamanan di Desa Wadas. Pada pagi itu, ribuan personil Kepolisian sudah berkumpul dan melakukan apel di Polres Purworejo. Sore hari, aparat diketahui sudah mendirikan beberapa tenda di Lapangan Kaliboto yang lokasinya tak jauh dari pintu masuk ke Desa Wadas.

Operasi kepolisian hari itu dalam rangka pengamanan pengukuran lahan untuk proyek stategis nasional (PSN) Bendungan Bener. Warga Wadas sudah melakukan penolakan terhadap penambangan batu andesit dan PSN Bendungan Bener sejak 2016 lalu.

Malam hari, masyarakat Wadas diselimuti kegelapan, entah mengapa aliran listrik yang biasa disuplai PLN padam. Ada indikasi kesengajaan dalam mematikan listrik dan membuat sinyal ponsel hilang di Desa Wadas, karena hanya terjadi di satu lokasi tidak di Desa sekitar yang lain.

Baca Juga:Pemkot Semarang Intensifkan Penertiban Pelanggar Prokes

Selasa pagi, aktivis yang mengadvokasi hak warga Wadas mendapat informasi bahwa polisi telah memabawa paksa salah satu pengurus organisasi Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempa Dewa). Warga yang hendak shalat ke masjid pun ditangkap.

Wadas Melawan, akun media sosial aktivis yang mengadvokasi warga Wadas membeberkan kronologi detik-detik aparat kepolisian merangsek ke pemukiman penduduk. Matahari hendak menuju puncak angkasa saat ribuan personel kepolisian masuk ke Desa Wadas, ada yang menggunakan motor dan ada yang berjalan kaki.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
jawa tengah orang terzalimi wadas
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya