Luhut: DKI Jakarta Mulai Lewati Masa Puncak Omicron
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 14 Februari 2022 - 20:05 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa tren kasus pandemi Covid-19 di DKI Jakarta menunjukkan tanda-tanda mulai melewati puncaknya. Hal tersebut terlihat berdasarkan kasus harian, kasus aktif maupun rawat inap yang mulai menunjukkan penurunan.
"Tidak hanya kasus, jumlah rawat inap rumah sakit di provinsi Jawa-Bali sebagian besar masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan Delta. Namun jangan juga berfikir pemerintah menganggap enteng, kita harus tetap berhati-hati menghadapi Omicron ini," kata Luhut dalam keterangan pers Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPM) secara virtual, Senin (14/2/2022).
Baca juga:Pemerintah Putuskan WFO Kembali ke 50 Persen
Meski demikian, Luhut mengklaim jika peningkatan mulai terjadi di DIY Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun, peningkatan tersebut masih di bawah puncak varian Delta.
Luhut juga menjelaskan bahwa Bed Occupancy Ratio (BOR) yang dipublikasikan oleh pemerintah belum mencerminkan kapasitas maksimum. Menko Luhut mencontohkan tempat tidur yang disiapkan di Jawa-Bali hari ini hanya sekitar 55.000 dengan keterisian 21.000 tempat tidur sehingga terlihat BOR saat ini di angka 39 persen.
"Bila menggunakan kapasitas maksimal diangka 87.000 tempat tidur seperti saat Delta, maka BOR hari ini di Jawa Bali hanya terisi sekitar 25 persen saja. Angka ini masih jauh di bawah standar memadai WHO yakni sebesar 60 persen," ungkap Luhut.
Baca juga:DPR Minta Pemerintah Segera Lunasi Tagihan Perawatan Pasien Covid-19
"Tidak hanya kasus, jumlah rawat inap rumah sakit di provinsi Jawa-Bali sebagian besar masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan Delta. Namun jangan juga berfikir pemerintah menganggap enteng, kita harus tetap berhati-hati menghadapi Omicron ini," kata Luhut dalam keterangan pers Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPM) secara virtual, Senin (14/2/2022).
Baca juga:Pemerintah Putuskan WFO Kembali ke 50 Persen
Meski demikian, Luhut mengklaim jika peningkatan mulai terjadi di DIY Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun, peningkatan tersebut masih di bawah puncak varian Delta.
Luhut juga menjelaskan bahwa Bed Occupancy Ratio (BOR) yang dipublikasikan oleh pemerintah belum mencerminkan kapasitas maksimum. Menko Luhut mencontohkan tempat tidur yang disiapkan di Jawa-Bali hari ini hanya sekitar 55.000 dengan keterisian 21.000 tempat tidur sehingga terlihat BOR saat ini di angka 39 persen.
"Bila menggunakan kapasitas maksimal diangka 87.000 tempat tidur seperti saat Delta, maka BOR hari ini di Jawa Bali hanya terisi sekitar 25 persen saja. Angka ini masih jauh di bawah standar memadai WHO yakni sebesar 60 persen," ungkap Luhut.
Baca juga:DPR Minta Pemerintah Segera Lunasi Tagihan Perawatan Pasien Covid-19