home lifestyle muslim

Wahai Orang Tua, Daripada Mengancam Anak, Kak Seto Sarankan Cara Ini

Kamis, 17 Februari 2022 - 12:04 WIB
Ilustrasi seorang ayah yang sedang memarahi anak perempuannya. Foto: LANGIT7/iStock
Mengancam dan menakuti-nakuti anak adalah pola asuh yang banyak ditemui dalam keseharian. Biasanya cara ini digunakan orang tua saat anak tidak mematuhi atau menuruti perintah.

Lantas, apakah pola ini boleh lakukan?

Psikolog Anak, Seto Mulyadi mengatakan mendidik anak dengan cara mengancam seperti menjewer telinga atau memukul jika ia tidak ingin belajar, bahkan merampas handphonenya, merupakan tindakan yang tidak dibenarkan. Hal seperti ini termasuk kekerasan psikologis dan tidak bisa dibenarkan dalam sistem pendidikan.

Baca juga: Teladani Rasulullah, Ini 7 Pola Asuh Islami yang Bisa Diterapkan

"Alangkah baiknya orang tua menggunakan sistem perundingan untuk cara mendidik anak. Jika dalam perundingan itu anak melanggar maka berikan sanksinya misal tidak diijinkan untuk bermain gim seharian ini atau sejam dan lainnya," kata Kak Seto saat dihubungi Langit7, Rabu (16/2/2022).

Ia mengungkapkan, perundingan tersebut bisa didapat dengan cara dialog secara demokratis. Sehingga jika ia melanggarnya maka hukuman tersebut tidak dianggap sebagai bentuk kekerasan terhadap anak.

"Jadi tanyakan ke mereka apa maunya, cara ini dikatakan sebagai pola persahabatan. Merundingkan merupakan kunci mendapatkan solusi, jadi dua-duanya menang. Bukan salah satunya," tuturnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
parenting muslim parenting pola asuh seto mulyadi kak seto
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya