LANGIT7.ID - , Jakarta - Tidak ada definisi baku dalam menjabarkan pola asuh yang baik. Setiap orang tua memiliki caranya sendiri. Namun, bagi orang tua Muslim, khususnya seorang ibu, hal ini menjadi dua kali lipat lebih sulit karena harus menyesuaikan perkembangan modern dengan ajaran Islam.
Meskipun sejarah Islam memiliki sosok teladan ibu seperti Khadijah, Fatima, dan Zainab, namun tantangan terbesar bagi ibu di zaman modern ini adalah menemukan pengasuhan Islami yang praktis.
Bersyukurlah bagi orang tua Muslim karena memiliki teladan yaitu Rasulullah SAW, yang mengajarkan bagaimana memberi kasih sayang dan cinta pada putri dan cucunya. Banyak kisah yang menceritakan bagaimana Rasulullah menghujani mereka dengan ciuman dan pelukan untuk menunjukkan rasa cintanya.
Baca juga: Hubungan Suami Istri di Masa Lalu Pengaruhi Pola Asuh pada AnakAda kisah dimana Nabi Muhammad SAW menghormati putrinya dengan melepas kain di bahu dan membentangkannya di lantai agar sang putri bisa duduk. Cinta, kebaikan, dan rasa hormatnya terhadap anak-anaknya adalah contoh utama bagi setiap ibu Muslim.
Selain memastikan anak-anak Anda terpenuhi dengan rasa cinta, kasih sayang, kebaikan, dan rasa hormat, ada hal lain yang bisa diterapkan ibu Muslim masa kini untuk pengasuhan yang baik.
Awali dengan niat jujur Sebagai orang tua, kita membuat banyak keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, kartun mana yang ditonton, buku cerita mana yang layak dibaca, game mana yang ideal, dan sebagainya. Dalam setiap keputusan mengasuh anak yang kita ambil niat kita harus selaras dengan ajaran Islam.
Tidak ada orang yang sempurna, keputusan Anda mungkin tampak tidak Islami bagi orang lain. Yang penting adalah niat Anda; pastikan bahwa hal-hal yang dilakukan akan membuat anak bahagia.
Misalnya dengan memilih atau menyarankan mereka tontonan kartun yang baik untuk anak-anak dan sesuai dengan ajaran agama. Ajak mereka memilih dan beri alasan kenapa pilihan tersebut menjadi yang terbaik. Seperti memilih konten yang Islami seperti Nusa dan Rara atau Upin dan Ipin ketimbang tontonan lain.
Anda juga bisa memberi alternatif tontonan di Youtube yang tetap mengedepankan nilai-nilai Islam seperti Syamil dan Dodo, Ali and Sumaya, Omar dan Hana, Alif Alya, Adit Sopo Jarwo, yang mengajarkan kebaikan sehari-hari dan selalu diselipkan doa-dia harian.
Jadilah diri sendiri Seiring waktu, Anda akan menyadari hal-hal apa yang cocok dan sesuai dengan Anda. Pastikan untuk tidak meniru gaya pengasuhan orang lain. Sebab setiap anak membawa keunikannya sendiri-sendiri, begitu pula dengan orang tua.
Hindari untuk menciptakan persaingan dengan ibu-ibu lain. Lakukan apa yang menurut Anda terbaik dan sesuai dengan ajaran Islam. Tetap menjadikan Islam sebagai pedoman Anda mengasuh anak. Ini akan membuat anak-anak jadi lebih mengenal Islam dan menguatkan iman dalam diri mereka.
Tujuan yang realistisTak bisa dipungkiri bila setiap wanita ingin menjadi super mom. Namun, ibu yang cerdas adalah mereka yang menetapkan tujuan yang realistis. Tetapkan tujuan kecil dan dapat dicapai untuk diri sendiri dan anak-anak Anda.
Tidak harus membuat tujuan tersebut dalam bentuk harian atau mingguan. Terpenting adalah menetapkan target yang realistis untuk membangun anak-anak Anda. Misalnya seperti membereskan mainan setelah selesai atau belajar doa tidur.
Saat mereka berhasil mencapai tujuan tersebut, semangati mereka dengan mengucapkan selamat. Ajak anak-anak untuk merayakan pencapaian tersebut. Cara ini bisa membentuk karakter mereka di kemudian hari menjadi anak yang percaya diri.
Buat setiap momen spesial Masa kecil berlalu dalam sekejap, karena itu dengan merayakan setiap momen bisa membuat anak Anda merasa istimewa dan dicintai. Fungsi seorang ibu bagi anak-anaknya adalah sebagai pendukung atau pemandu sorak terbesar bagi mereka.
Jangan menunggu peristiwa besar dan penting untuk hadir dalam kehidupan mereka. Dengan memuji anak-anak setiap pencapaian yang sudah dilakukannya membuat mereka merasa dihargai oleh Anda. Biarkan mereka melihat bahwa Anda memahami dan selalu ada untuk anak-anak.
Baca juga: Ini Usia Ideal Menyekolahkan Anak menurut Pakar NeuroparentingAnda bisa merayakan pencapaian mereka saat berhasil melakukan shaum pertama atau merampungkan shalat dalam satu hari. Ini adalah cara yang paling sederhana untuk membuat anak Anda dan Allah bahagia.
Ajarkan bersyukur Menjadi seorang ibu Muslim, Anda harus memiliki keyakinan yang teguh kepada Allah. Percayalah bahwa Allah akan membantu saat Anda mempersiapkan kebutuhan masa depan anak-anak. Baik biaya pendidikan atau pernikahan, Allah akan mewujudkannya.
Selalu bersykur dengan apa yang Allah berikan untuk setiap hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup Anda. Jangan pernah terobesi atau menginginkan sesuatu dengan apa yang akan atau sudah terjadi. Nikmati semua hal yang Anda miliki saat ini.
Jadi role model Para ibu muslim mengetahui pentingnya perilaku teladan. Nabi Muhammad SAW menunjukkan makna hidup yang sebenarnya kepada umat Islam. Rasulullah selalu menampilkan ajaran Islam dengan amalannya sehingga semua orang bisa belajar dengan melihatnya.
Ini menunjukkan bahwa dibutuhkan role model yang bisa menginspirasi, Misalnya Anda ingin anak-anak tepat shalat 5 waktu, sebaiknya ajarkan dengan Anda mengamalkannya lebih dulu.
Begitu juga ketika Anda ingin anak-anak menghormati orang tua, ajarkan dengan perilaku Anda. Perlakukan kakek dan nenek anak-anak dengan baik. Ajarkan juga untuk bersikap baik pada tetangga, sehingga anak-anak akan bersikap yang sama pula.
Mengenalkan masjid juga bisa dengan cara mengajak anak shalat jamaah dan menjadi sukarelawan dalam setiap acara masjid dan lingkungan.
Baca juga: Toxic Parenting, Orang Tua Ternyata Bisa 'Durhaka' Pada AnakMeminta maaf Islam mengajarkan kita pentingnya permintaan maaf tanpa memandang usia atau status. Ketika segala sesuatunya di luar kendali, kehilangan kesabaran dari waktu ke waktu adalah hal yang normal. Demikian juga, meminta maaf ketika Anda salah dapat memperkuat hubungan dengan anak-anak. Biarkan anak-anak tahu pentingnya meminta maaf dan pertahankan hubungan yang saling menghormati dengan mereka.
Mengasuh anak adalah tugas yang menantang, tetapi jika Anda tetap harus memperhatikan tindakan dan pastikan bahwa Anda tidak melakukan apa pun yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ingat, Anda tidak bisa mengendalikan semuanya. Lakukan yang terbaik yang Anda bisa, dan serahkan sisanya kepada Allah.
(est)