LANGIT7.ID - Menjadi orang tua bukan hal mudah, butuh kesabaran dan kehati-hatian. Kadang kala orang tua terlalu memaksakan kehendak terhadap anak, sehingga berdampak pada perkembangan sang buah hati.
Hubungan yang tidak sehat tak hanya bisa terjadi antara teman serta lingkungan, namun juga dapat terjadi pada hubungan orang tua dan anak. Dalam dunia psikologi, orang tua yang memiliki hubungan tidak sehat dengan anak disebut
toxic parents.
Toxic parents adalah tipe orang tua yang mengatur anak sesuai kemauannya tanpa menghargai perasaan dan pendapat buah hati. Hal ini bisa membuat anak merasa terkekang dan ketakutan. Tak jarang anak yang tumbuh dari lingkungan ini membawa luka batin dan perasaan traumatis. Mereka tumbuh menjadi pribadi yang sering menyalahkan diri sendiri dan kurang percaya diri.
Toxic parent akan mengedepankan keinginan dan tidak memandang anak sebagai seseorang yang memiliki hak atas hidupnya sendiri.
Dokter Specialis Neuroparenting Aisah Dahlan menjelaskan beberapa ciri
toxic parents seperti dikutip akun instagram @inspirasimamak. Ciri-ciri tersebut harus diketahui oleh orang tua agar tidak salah mendidik anak. Berikut ciri-cirinya:
Selalu Mengutamakan Kebutuhan SendiriOrang tua selau mengedepankan kebutuhannya sendiri. Ia tidak mempertimbangkan kebutuhan serta perasaan anak. Orang tua seperti ini tidak akan memikirkan dampak apa yang akan dialami anak mereka dari perilaku seperti itu.
Orang tua harus punya batasan dan memahami perasaan anak. Orang tua juga perlu mendengarkan pendapat anak, sehingga hubungan orang tua dan anak bisa sehat.
Tidak Dapat Memperlakukan Anak dengan BaikOrang tua
toxic parents tidak bisa memperlakukan anak dengan baik. Bahkan, pada hal yang mendasar seperti rasa hormat dan kesopanan, orang tua seolah alpa dan tidak menghiraukan. Orang tua seperti itu kerap juga melupakan hal-hal penting untuk anak mereka sendiri.
Sulit Mengendalikan EmosiOrang tua
toxic parents cenderung sulit mengendalikan emosi, cenderung bereaksi berlebihan dan juga dramatis ketika anak melakukan kesalahan dan implusif.
Jika mendapati ciri seperti ini, maka sangat disarankan untuk intropeksi diri agar anak bisa tumbuh dengan baik.
Suka MengontrolOrang tua
toxic parents suka mengontrol anak secara berlebihan dan ketat apa yang dilakukan oleh buah hati. Ia mengontrol kapan anak betindak dan cara melakukannya. Bahkan, orang tua seperti ini cenderung berlebihan menanggapi masalah pribadi anak.
Selalu Menyalahkan AnakOrang tua
toxic parents menyalahkan semua hal pada anak atas apa yang telah ia lakukan. Apa pun yang dilakukan oleh anak, selalu dipandang kurang dan tidak cukup untuk memuaskan orang tua. Orang tua seperti ini selalu menyalahkan dan jarang mengapresiasi anak.
Sering Mempermalukan AnakOrang tua
toxic parents sering memarahi, memaki, merendahkan, bahkan memukuli anak di tempat umum. Hal itu tentu membuat anak merasa sangat malu.
Merasa Bersaing dengan AnakBukan hanya selalu merasa benar, orang
toxic parents merasa bersaing dengan anaknya sendiri. Ia tak bisa bahagia saat anak mendapatkan prestasi. Ia akan mengaikan prestasi itu dan merasa tidak senang anak bahagia.
(jqf)