Sri Mulyani Sebut Sumber Pemulihan Ekonomi 2023 Berasal dari Non-APBN
Mahmuda attar hussein
Kamis, 17 Februari 2022 - 15:55 WIB
Menkeu Sri Mulyani menyebut pemulihan ekonomi 2023 berasal dari Non-APBN. (Foto: Istimewa).
Menkeu Sri Mulyani menyebut pemulihan ekonomi 2023 berasal dari Non-APBN. Anggaran negara akan tetap suportif, namun sumber dari luar punya peranan penting.
"Seperti konsumsi investasi ekspor seperti yang kenaikannya cukup tinggi, dan juga yang berasal dari institusi keuangan seperti perbankan," ujarnya usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/2/2022).
Dana pihak ketiga perbankan saat ini, kata dia, telah mencapai Rp7.250 triliun dan loan to deposit ratio hanya 77 persen. Hal itu menjadikannya berkesempatan untuk mulai mendukung pemulihan ekonomi melalui penyaluran kredit.
Baca Juga:Sri Mulyani Sebut Pemulihan Ekonomi Indonesia Sangat Gesit
Pertumbuhan kredit saat ini diyakini telah berangsur pulih dan tumbuh 5,2 persen, dari kontraksi sebelumnya pada tahun lalu.
"Sumber pertumbuhan juga berasal dari pasar modal. Pasar saham mencapai Rp7.231 triliun dan selama ini naik 3,77 persen, sementara pasar obligasi mencapai Rp4.718 triliun naik 9,65 persen," ujarnya.
Sementara untuk mendorong pemulihan ekonomi melalui peningkatan produktivitas yang tinggi, pihaknya berharap adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, dan kualitas birokrasi serta regulasi.
"Seperti konsumsi investasi ekspor seperti yang kenaikannya cukup tinggi, dan juga yang berasal dari institusi keuangan seperti perbankan," ujarnya usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/2/2022).
Dana pihak ketiga perbankan saat ini, kata dia, telah mencapai Rp7.250 triliun dan loan to deposit ratio hanya 77 persen. Hal itu menjadikannya berkesempatan untuk mulai mendukung pemulihan ekonomi melalui penyaluran kredit.
Baca Juga:Sri Mulyani Sebut Pemulihan Ekonomi Indonesia Sangat Gesit
Pertumbuhan kredit saat ini diyakini telah berangsur pulih dan tumbuh 5,2 persen, dari kontraksi sebelumnya pada tahun lalu.
"Sumber pertumbuhan juga berasal dari pasar modal. Pasar saham mencapai Rp7.231 triliun dan selama ini naik 3,77 persen, sementara pasar obligasi mencapai Rp4.718 triliun naik 9,65 persen," ujarnya.
Sementara untuk mendorong pemulihan ekonomi melalui peningkatan produktivitas yang tinggi, pihaknya berharap adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, dan kualitas birokrasi serta regulasi.