home wirausaha syariah

BSI Harus Sinergi dengan Ummat Islam jika Ingin Masuk Jajaran 10 Bank Syariah Global

Senin, 26 Juli 2021 - 15:59 WIB
Pekerja menyortir pakaian yang kering di sebuah jasa laundry di Jalan Dipatiukur, Bandung, Jawa Barat, Senin (26/7/2021). Foto: Antara/Raisan Al Farisi/foc.
Bank Syariah Indonesia (BSI) menargetkan masukdalam 10 besar bank syariah global pada 2025 mendatang. BSI memproyeksikan pada periode tersebut kapitalisasi pasar mencapai 7,5-8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp116 triliun.

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan Anis Byarwati memberikan catatan atas target tersebut. Menurutnya, BSI harus besar tetapi tidak melupakan akarnya.

"BSI jangan seperti beberapa waktu lalu yang berdampak Muhammadiyah akan menarik dananya jika tidak berpihak pada masyarakat kecil," kata Anis di Jakarta,Ahad (25/7/2021).

Saat paparan BSI di Komisi XI, Anis menyebutkan, rasio pembiayaan UMKM sejak Desember 2020 sebelum merger hingga Maret 2021 hanya meningkat 0,23 persen. Bahkan, jika dilihat dari berdirinya BSI pada Februari 2021, porsi pembiayaan UMKM hanya naik 0,01 persen.

Kondisi tersebut yang kemudian membenarkan bahwa merger Bank Syariah BUMN hanya untuk melihat potensi dana masyarakat muslim tanpa mau tahu kondisi umat sebenarnya. Sehingga, kata dia, BSI enggan menyalurkan pembiayaan kepada pelaku UMKM secara lebih ekspansif.

Sementara itu, Anis menyinggung soal krisis kesehatan akibat penyebaran Covid-19. BSI, kata dia, harusnya mampu menjawab tantangan dengan membuktikan anggapan BSI tidak bersama ummat tidak tepat.

"Perhatian BSI terhadap wafatnya lebih dari 500 ulama dan kyai misalnya, kurang memperlihatkan simpati yang berarti. Padahal para ulama inilah yang sangat membantu untuk membuat masyarakat muslim percaya kepada BSI sebagai tempat menempatkan dana," ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
keuangan syariah bank syariah indonesia bsi pks anis byarwati
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya