LANGIT7.ID, Jakarta - Bank Syariah Indonesia (BSI) menargetkan masuk dalam 10 besar bank syariah global pada 2025 mendatang. BSI memproyeksikan pada periode tersebut kapitalisasi pasar mencapai 7,5-8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp116 triliun.
Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan Anis Byarwati memberikan catatan atas target tersebut. Menurutnya, BSI harus besar tetapi tidak melupakan akarnya.
"BSI jangan seperti beberapa waktu lalu yang berdampak Muhammadiyah akan menarik dananya jika tidak berpihak pada masyarakat kecil," kata Anis di Jakarta, Ahad (25/7/2021).
Saat paparan BSI di Komisi XI, Anis menyebutkan, rasio pembiayaan UMKM sejak Desember 2020 sebelum merger hingga Maret 2021 hanya meningkat 0,23 persen. Bahkan, jika dilihat dari berdirinya BSI pada Februari 2021, porsi pembiayaan UMKM hanya naik 0,01 persen.
Kondisi tersebut yang kemudian membenarkan bahwa merger Bank Syariah BUMN hanya untuk melihat potensi dana masyarakat muslim tanpa mau tahu kondisi umat sebenarnya. Sehingga, kata dia, BSI enggan menyalurkan pembiayaan kepada pelaku UMKM secara lebih ekspansif.
Sementara itu, Anis menyinggung soal krisis kesehatan akibat penyebaran Covid-19. BSI, kata dia, harusnya mampu menjawab tantangan dengan membuktikan anggapan BSI tidak bersama ummat tidak tepat.
"Perhatian BSI terhadap wafatnya lebih dari 500 ulama dan kyai misalnya, kurang memperlihatkan simpati yang berarti. Padahal para ulama inilah yang sangat membantu untuk membuat masyarakat muslim percaya kepada BSI sebagai tempat menempatkan dana," ujarnya.
Sementara, Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI itu menyayangkan BSI sebagai sebuah lembaga keuangan bernapaskan syariah yang berorientasi pada maqoshid syariah, semestinya menghadirkan empati dan simpati terhadap hilangnya banyak nyawa rakyat Indonesia di masa pandemi. Hal tersebut bisa dijadikan sebagai agenda kerja utama untuk membuktikan BSI milik ummat Islam dan bukan hanya sebatas
potential market semata.
"Ini menekankan bahwa pendekatan BSI dalam rangka mencapai target 10 besar bank syariah global akan mudah tercapai bila bersinergi dengan ummat dan menjalankan strategis bisnis yang unik dan berbeda dengan pola bank konvensional. Dengan membuat diferensiasi maka BSI akan tampak lebih unggul dibandingkan layanan lainnya, segala yang unik dan berbeda akan memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen," ungkapnya.
(asf)