home masjid

Kemenag: SE Pengeras Suara untuk Keharmonisan Antarumat Beragama

Selasa, 22 Februari 2022 - 11:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
Sistem Informasi Masjid (Simas) Kementerian Agama mencatat ada 741.991 jumlah masjid dan mushala di Indonesia. Hampir semua rumah ibadah tersebut menggunakan pengeras suara untuk mengumandangkan adzan atau menyiarkan ceramah.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kementerian Agama, Adib menegaskan Edaran Menteri Agama yang mengatur pemakaian pengeras suara sangat relevan dengan kondisi saat ini. Masjid dan mushalla berpotensi menjadi sumber kebisingan bila pengeras suara tak diatur.

“Tuntunan pengeras suara sebenarnya sudah lama diterbitkan Kementerian Agama sejak 1978 melalui SE Dirjen Bimas Islam. Surat Edaran Menteri yang terbit saat ini relevan memperkuat aturan tersebut agar menjadi perhatian untuk kita semua,” kata Adib dalam Obsesi: Kupas Tuntas Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushalla, Selasa (22/2/2022).

Baca Juga:Pedoman Pengeras Suara Masjid Jangan Sampai Matikan Syiar Islam

Adib memaparkan, Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 5 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala bertujuan untuk menjaga syiar Islam. Pada saat yang sama menjaga kohesi sosial antarumat beragama.

“Bagaimana kita menjadikan masjid dan mushala sebagai syiar agama di satu sisi dan di sisi lain merawat kebinekaan, keharmonisan, dan menjaga ketertiban,” tutur Adib.

Diwartakan, SE Nomor 5 tahun 2022 merupakan pedoman bagi pengurus masjid dan mushala untuk mengatur kembali kelaikan pengeras suara. Secara umu, edaran itu memuat pedoman pemasangan dan penggunaan pengeras suara.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kemenag menag fungsi masjid pengeras suara masjid arsitektur masjid
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya