Berkat Islam, Indonesia dan Rusia Bisa Jalin Hubungan Baik
Muhajirin
Sabtu, 26 Februari 2022 - 19:36 WIB
Kota Bukhara (foto: langit7.id/istock)
Mantan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Muhammad Wahid Supriyadi, mengatakan, umat Islam di Indonesia memiliki hubungan erat dengan umat Islam Rusia.
Wahid menjelaskan, salah satu ulama besar dari Wali Songo, Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik memiliki nama asli Ibrahan Asmorokondi. Ia berasal dari Samarkand, yang kini menjadi negara Bagian Uzbekistan.
Saat Uni Soviet masih berjaya, Presiden Nikita Khrushchev mengundang Presiden RI pertama Ir Soekarno untuk hadir dalam sebuah acara di Rusia. Namun, Bung Karno memberikan satu syarat. Dia mau datang asalkan Presiden Khrushchev mencarikan malam ulama Imam Bukhari di Samarkand.
Kebetulan, suasana geopolitik saat itu cukup menguntungkan Indonesia. Indonesia merupakan negara berpengaruh yang menjadi rebutan negara Blok Barat dan Blok Komunis. Bung Karno memanfaatkan itu agar Indonesia diperhitungkan.
“Indonesia menjadi negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Bung Karno ketika berhadapan dengan negara-negara di dunia, selalu memposisikan diri sebagai pemimpin yang bangga akan itu,” kata Wahid dalam melalui kanal YouTube UGM, dikutip Sabtu (26/2/2022).
Uni Soviet memenuhi permintaan Bung karno. Makam Imam Bukhari pun berhasil ditemukan. Bung Karno lalu tiba di Samarkand pada 1956 dan mengunjungi makam itu.
Berkat jasa Bung Karno tersebut, penduduk Samarkand hingga saat ini sangat ramah terhadap orang Indonesia yang datang berkunjung.
Wahid menjelaskan, salah satu ulama besar dari Wali Songo, Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik memiliki nama asli Ibrahan Asmorokondi. Ia berasal dari Samarkand, yang kini menjadi negara Bagian Uzbekistan.
Saat Uni Soviet masih berjaya, Presiden Nikita Khrushchev mengundang Presiden RI pertama Ir Soekarno untuk hadir dalam sebuah acara di Rusia. Namun, Bung Karno memberikan satu syarat. Dia mau datang asalkan Presiden Khrushchev mencarikan malam ulama Imam Bukhari di Samarkand.
Kebetulan, suasana geopolitik saat itu cukup menguntungkan Indonesia. Indonesia merupakan negara berpengaruh yang menjadi rebutan negara Blok Barat dan Blok Komunis. Bung Karno memanfaatkan itu agar Indonesia diperhitungkan.
“Indonesia menjadi negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Bung Karno ketika berhadapan dengan negara-negara di dunia, selalu memposisikan diri sebagai pemimpin yang bangga akan itu,” kata Wahid dalam melalui kanal YouTube UGM, dikutip Sabtu (26/2/2022).
Uni Soviet memenuhi permintaan Bung karno. Makam Imam Bukhari pun berhasil ditemukan. Bung Karno lalu tiba di Samarkand pada 1956 dan mengunjungi makam itu.
Berkat jasa Bung Karno tersebut, penduduk Samarkand hingga saat ini sangat ramah terhadap orang Indonesia yang datang berkunjung.