Peringatan Isra' Mi'raj Kemenag, Buya Arrazy Ingatkan Ulama dan Umara
Muhajirin
Senin, 28 Februari 2022 - 22:00 WIB
Buya ar-Razi Hasyim di Peringatan Isra Miraj Kemenag (foto: istimewa)
Ustadz Arrazy Hasyim atau Buya Arrazy mengisi tausiah peringatan Isra Mi'raj yang diadakan Kementerian Agama RI secara virtual, Senin malam (28/2/2022). Pada kesempatan itu, dia menyampaikan salah satu hikmah besar dari peristiwa Isra dan Mi'raj Rasulullah SAW.
Sungguh terpuji Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya dengan cara tak terduga. Isra Mi'raj merupakan hadiah kepada kekasih-Nya, Baginda Nabi Muhammad SAW, di saat sang rasul berduka. Paman beliau wafat, istri meninggal, dan ia pun diusir oleh penduduk Thaif.
Beliau diusir bukan dengan kalam-kalam verbal, tapi langsung secara fisik. Beliau diusir dengan cara dilempar dengan kotoran binatang, kerikil tajam, sembari sumpah serapa mereka alamatkan kepada beliau. Tapi baginda rasul hanya diam.
Tiba-tiba Jibril datang menawarkan bantuan untuk menghancurkan penduduk Thaif, tapi baginda rasul tak menghendaki itu. Sabda rasul sangat terkenal dalam peristiwa itu, semoga kelak anak cucu mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Buya Arrazy menilai, sifat rendah hati Rasulullah itu harus dicontoh para ulama dan umara (pemimpin) negeri ini. Dengan sifat demikian, para ulama dan umara bisa memperbaiki sesuatu yang telah rusak dan pecah di negeri ini.
"Meskipun beliau secara umur biologis hanya 63 tahun, tapi secara kerohanian lebih tua dari Nabi Adam dan Nabi Nuh," kata Buya Arrazy.
Nabi Nuh berdakwah hampir satu abad. Namun hanya sedikit dari umatnya yang beriman. Kondisi itu membuat Nabi Nuh berdoa agar Allah menurunkan azab kepada umatnya. Namun tidak bagi Rasulullah, meski sering mendapat caci maki, tapi tetap bersabar dan mendoakan kebaikan kepada umatnya.
Sungguh terpuji Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya dengan cara tak terduga. Isra Mi'raj merupakan hadiah kepada kekasih-Nya, Baginda Nabi Muhammad SAW, di saat sang rasul berduka. Paman beliau wafat, istri meninggal, dan ia pun diusir oleh penduduk Thaif.
Beliau diusir bukan dengan kalam-kalam verbal, tapi langsung secara fisik. Beliau diusir dengan cara dilempar dengan kotoran binatang, kerikil tajam, sembari sumpah serapa mereka alamatkan kepada beliau. Tapi baginda rasul hanya diam.
Tiba-tiba Jibril datang menawarkan bantuan untuk menghancurkan penduduk Thaif, tapi baginda rasul tak menghendaki itu. Sabda rasul sangat terkenal dalam peristiwa itu, semoga kelak anak cucu mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Buya Arrazy menilai, sifat rendah hati Rasulullah itu harus dicontoh para ulama dan umara (pemimpin) negeri ini. Dengan sifat demikian, para ulama dan umara bisa memperbaiki sesuatu yang telah rusak dan pecah di negeri ini.
"Meskipun beliau secara umur biologis hanya 63 tahun, tapi secara kerohanian lebih tua dari Nabi Adam dan Nabi Nuh," kata Buya Arrazy.
Nabi Nuh berdakwah hampir satu abad. Namun hanya sedikit dari umatnya yang beriman. Kondisi itu membuat Nabi Nuh berdoa agar Allah menurunkan azab kepada umatnya. Namun tidak bagi Rasulullah, meski sering mendapat caci maki, tapi tetap bersabar dan mendoakan kebaikan kepada umatnya.