Bisakah Memahami Isra Mi’raj Lewat Pendekatan Sains?
Fajar adhitya
Selasa, 01 Maret 2022 - 08:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Isra Mi’raj diperingati setiap tanggal 27 Rajab yang pada tahun ini jatuh pada Senin, 28 Februari 2022. Isra Mi’raj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu naik ke Sidratul Muntaha.
Perjalanan Nabi Muhammad dalam Isra Mi’raj berlangsung hanya dalam satu malam. Saat Rasulullah menceritakan pengalamannya pada tahun ke-10 kenabian atau 621 Masehi, banyak masyarakat Makkah tidak mempercayainya.
Kisah Isra Mi’raj tertuang dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 1. Dalam ayat ini tidak diterangkan waktunya secara pasti, baik waktu keberangkatan maupun kepulangan Nabi Muhammad kembali ke tempat tinggalnya di Makkah.
Baca Juga:Makna Isra Miraj bagi Menag: Jangan Saling Menjatuhkan
Dilansir Tafsir Kementerian Agama, diterangkan bahwa Isra Nabi Muhammad dimulai dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa yang berada di Baitul Maqdis, Palestina. Disebut Masjidil Aqsa yang berarti "terjauh", karena letaknya jauh dari kota Mekah.
Jarak Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha ialah sekitar 1.239 kilometer, Muhammad Sholikhin dalam “Berlabuh di Sidratul Muntaha” (Quanta Press: 2013) menuliskan jarak Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha 1.233 kilometer. Pada zaman itu, waktu tempuh dengan tunggangan tercepat adalah sekitar sebulan, tapi Rasulullah menyelesaikannya dalam satu malam.
Rasulullah dalam hadits mengatakan bahwa kendaraan yang dipakai dalam perjalanan Isra dan Mi’raj, dari Baitul Maqdis ke Sidratul Muntaha adalah Buraq, sejenis binatang berwarna putih lebih besar dari keledai, dan lebih kecil dari bigal. Ia melangkahkan kakinya sejauh pandangan mata.
Perjalanan Nabi Muhammad dalam Isra Mi’raj berlangsung hanya dalam satu malam. Saat Rasulullah menceritakan pengalamannya pada tahun ke-10 kenabian atau 621 Masehi, banyak masyarakat Makkah tidak mempercayainya.
Kisah Isra Mi’raj tertuang dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 1. Dalam ayat ini tidak diterangkan waktunya secara pasti, baik waktu keberangkatan maupun kepulangan Nabi Muhammad kembali ke tempat tinggalnya di Makkah.
Baca Juga:Makna Isra Miraj bagi Menag: Jangan Saling Menjatuhkan
Dilansir Tafsir Kementerian Agama, diterangkan bahwa Isra Nabi Muhammad dimulai dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa yang berada di Baitul Maqdis, Palestina. Disebut Masjidil Aqsa yang berarti "terjauh", karena letaknya jauh dari kota Mekah.
Jarak Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha ialah sekitar 1.239 kilometer, Muhammad Sholikhin dalam “Berlabuh di Sidratul Muntaha” (Quanta Press: 2013) menuliskan jarak Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha 1.233 kilometer. Pada zaman itu, waktu tempuh dengan tunggangan tercepat adalah sekitar sebulan, tapi Rasulullah menyelesaikannya dalam satu malam.
Rasulullah dalam hadits mengatakan bahwa kendaraan yang dipakai dalam perjalanan Isra dan Mi’raj, dari Baitul Maqdis ke Sidratul Muntaha adalah Buraq, sejenis binatang berwarna putih lebih besar dari keledai, dan lebih kecil dari bigal. Ia melangkahkan kakinya sejauh pandangan mata.