Mengenal Kota-kota Warisan Islam di Spanyol dan Portugal
Muhajirin
Selasa, 01 Maret 2022 - 13:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Al-Andalus merupakan nama bagi wilayah bagian semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal). Andalus berbeda dengan Andalusia saat ini yang merupakan wilayah administratif di Spanyol modern.
Andalus dan Islam tidak bisa dipisahkan. Bahkan, daerah ini sudah menjadi Tanah Air bagi umat Islam. Umat Islam masih bertahan di Andalus hingga tahun 1609 M saat terjadi genosida yang didukung Gereja Roma, meski Andalus secara politik runtuh pada 1492 M.
“Artinya, kalau kita hitung dari tahun 1609 M, wajah Spanyol tanpa kaum muslim Andalus, itu baru berdiri sekitar 400 tahun. Sementara umat sejak 711 M sekitar 800 tahun memerintah sampai 1492 M. Masih lebih lama, apalagi kalau kita hitung sampai 1609 M,” kata pakar sejarah Islam , Ustadz Asep Sobari, dalam Podcast SCI, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: Islam di Spanyol, Menyatu dengan Budaya dan Jadi Sejarah Penting
Keberadaan Islam di Andalus sangat berpengaruh. Hingga saat ini, sejarah Spanyol dan Portugal yang paling kental adalah sejarah Islam. Bangunan-bangunan modern saat ini pun, jika ingin menunjukkan sisi arsitektur tradisionalnya, pasti corak islami. Sampai sekarang bangunan modern seperti itu masih bisa dijumpai.
“Jejak paling jelas itu ada pada peta, yakni nama-nama daerah dan kota, yang dibuat, didirikan, dan dinamai oleh umat Islam. Artinya, umat Islam membangun kota, dari yang sebelumnya belum ada,” kata Asep.
Secara umum, kota tua di Spanyol masih disebut Madinah. Itu bisa ditemui dalam penyebutan Cordona. Kota paling terkenal yang merupakan peninggalan umat Islam adalah Madrid. Kota Madrid di Spanyol bernama Madjrit.
Andalus dan Islam tidak bisa dipisahkan. Bahkan, daerah ini sudah menjadi Tanah Air bagi umat Islam. Umat Islam masih bertahan di Andalus hingga tahun 1609 M saat terjadi genosida yang didukung Gereja Roma, meski Andalus secara politik runtuh pada 1492 M.
“Artinya, kalau kita hitung dari tahun 1609 M, wajah Spanyol tanpa kaum muslim Andalus, itu baru berdiri sekitar 400 tahun. Sementara umat sejak 711 M sekitar 800 tahun memerintah sampai 1492 M. Masih lebih lama, apalagi kalau kita hitung sampai 1609 M,” kata pakar sejarah Islam , Ustadz Asep Sobari, dalam Podcast SCI, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: Islam di Spanyol, Menyatu dengan Budaya dan Jadi Sejarah Penting
Keberadaan Islam di Andalus sangat berpengaruh. Hingga saat ini, sejarah Spanyol dan Portugal yang paling kental adalah sejarah Islam. Bangunan-bangunan modern saat ini pun, jika ingin menunjukkan sisi arsitektur tradisionalnya, pasti corak islami. Sampai sekarang bangunan modern seperti itu masih bisa dijumpai.
“Jejak paling jelas itu ada pada peta, yakni nama-nama daerah dan kota, yang dibuat, didirikan, dan dinamai oleh umat Islam. Artinya, umat Islam membangun kota, dari yang sebelumnya belum ada,” kata Asep.
Secara umum, kota tua di Spanyol masih disebut Madinah. Itu bisa ditemui dalam penyebutan Cordona. Kota paling terkenal yang merupakan peninggalan umat Islam adalah Madrid. Kota Madrid di Spanyol bernama Madjrit.