LANGIT7.ID, Jakarta - Al-Andalus merupakan nama bagi wilayah bagian semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal). Andalus berbeda dengan Andalusia saat ini yang merupakan wilayah administratif di Spanyol modern.
Andalus dan Islam tidak bisa dipisahkan. Bahkan, daerah ini sudah menjadi Tanah Air bagi umat Islam. Umat Islam masih bertahan di Andalus hingga tahun 1609 M saat terjadi genosida yang didukung Gereja Roma, meski Andalus secara politik runtuh pada 1492 M.
“Artinya, kalau kita hitung dari tahun 1609 M, wajah Spanyol tanpa kaum muslim Andalus, itu baru berdiri sekitar 400 tahun. Sementara umat sejak 711 M sekitar 800 tahun memerintah sampai 1492 M. Masih lebih lama, apalagi kalau kita hitung sampai 1609 M,” kata pakar sejarah Islam , Ustadz Asep Sobari, dalam
Podcast SCI, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: Islam di Spanyol, Menyatu dengan Budaya dan Jadi Sejarah PentingKeberadaan Islam di Andalus sangat berpengaruh. Hingga saat ini, sejarah Spanyol dan Portugal yang paling kental adalah sejarah Islam. Bangunan-bangunan modern saat ini pun, jika ingin menunjukkan sisi arsitektur tradisionalnya, pasti corak islami. Sampai sekarang bangunan modern seperti itu masih bisa dijumpai.
“Jejak paling jelas itu ada pada peta, yakni nama-nama daerah dan kota, yang dibuat, didirikan, dan dinamai oleh umat Islam. Artinya, umat Islam membangun kota, dari yang sebelumnya belum ada,” kata Asep.
Secara umum, kota tua di Spanyol masih disebut Madinah. Itu bisa ditemui dalam penyebutan Cordona. Kota paling terkenal yang merupakan peninggalan umat Islam adalah Madrid. Kota Madrid di Spanyol bernama Madjrit.
“Madrid itu dari dua bahasa, dari bahasa Arab dan bahasa Barbar yakni Majari dan It (air yang mencair dari salju). Jadi disebut Majariit dan disingkat menjadi Madjrit, lalu sekarang menjadi Madrid,” ucap Asep.
Nama itu disematkan oleh umat Islam pada masa kekuasaan Dinasti Umayyah. Madjrit pada mulanya merupakan perkampungan di perbatasan yang didirikan Dinasti Umayyah pada abad ke-9.
Pada saat itu, Madrid juga memiliki benteng. Benteng itu dibangun oleh Amir Umayyah dari Cordoba bernama Muhammad I yang berkuasa antara 852 hingga 886 M.
Benteng itu sangat kuat dan tak mudah ditembus musuh. Saat itu, Madrid hanya sebuah kota kecil, namun memiliki kegiatan ekonomi yang cukup bagus. Misal, ada industri pembuatan sepatu bersol gabus, yang semula dikembangkan oleh orang-orang Romawi. Ada juga industri kayu ek.
“Madrid itu dibangun oleh kaum muslimin sebagai kawasan pertahanan tengah. Artinya, tengah itu paling dikembangkan, karena untuk melindungi Cordoba,” kata Asep.
Selain Madrid, kota peninggalan Islam di Spanyol adalah Seville. Kebudayan Islam di kota ini masih sangat kental terasa hingga saat ini. Kota ini menjadi Bagian tak terpisahkan dari kejayaan Islam pada abad pertengahan.
Baca juga: Budaya Ilmu Tinggi, Kunci Peradaban Islam Bisa Kuasai DuniaBerlokasi di tepi sungai Guadalquiver, Seville menjadi kota terbesar kedua setelah Cordoba. Seville mengalami banyak perombakan dan konstruksi besar-besaran ketika Islam berkuasa.
Abdur Rahman II, penguasa dari Dinasti Bani Umayyah, memerintahkan untuk memperkuat tembok kota sebagai benteng-benteng pertahanan. Pada masa Khalifah Abu Ya’kub Yusuf, sebuah masjid besar dibangun di kota ini.
Selain itu, tentu Cordoba menjadi kota paling terkenal yang menjadi peninggalan kejayaan Islam di Andalus. Selain menjadi ibu kota Andalus, Cordoba juga menjadi titik awal permulaan peradaban Islam di Eropa.
Cordoba juga menjadi kota yang sangat penting bagi kekhalifahan Islam. Di sini, semua cabang kehidupan berkembang dengan pesat. Para ilmuwan dari seluruh dunia datang ke Cordoba untuk menimba ilmu.
Cordoba juga membangun bangunan-bangunan bernafaskan Islam, taman-taman, istana, dan warisan lain bisa dengan mudah ditemukan di kota ini.
Ada pula Toledo yang sudah ada sejak Islam belum masuk ke kota ini. Toledo atau Tulaytullah berhasil ditaklukkan pasukan umat Islam pada 711 M. Dahulu, Toledo merupakan ibukota pemerintahan Visigothic yang kemudian ditaklukkan oleh penguasa Iberia pada 520 M.
Tak kalah penting adalah Granada. Kota ini menjadi benteng terakhir keberadaan Islam di Eropa. Saat kota-kota lain ditaklukkan, umat Islam bertahan di kota ini.
Pemerintahan Islam bertahan hingga 1492 M sebelum dipaksa takluk ke Ratu Isabella dan Raja Ferdinand. Meski tak lagi berada di bawah kekuasaan Islam, kota ini masih menyimpan warisan-warisan yang tak terlupakan.
Saat mengunjungi Granada, kita akan dapati sebuah kota tua Islam bernama Albaicin di sana, Kota tua ini merupakan pusat kafe dan pusat penghasil kerajinan tangan. Bisa pula didapati bangunan benteng dan Istana Granada yang masih berdiri kokoh.
Nah, kota-kota itu menjadi saksi bisu kejayaan Islam di Andalus, yang saat ini masuk ke daerah administratif Spanyol dan Portugal. Itu menjadi bukti Andalus pernah menjadi Tanah Air umat Islam.
(jqf)