Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Budaya Ilmu Tinggi, Kunci Peradaban Islam Bisa Kuasai Dunia

Muhajirin Selasa, 18 Januari 2022 - 13:00 WIB
Budaya Ilmu Tinggi, Kunci Peradaban Islam Bisa Kuasai Dunia
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Rektor Universitas Darussalam, Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi, memetakan penyebab umat Islam pada masa lampau mampu menjadi penguasa peradaban.

Salah satu pondasi penting peradaban Islam adalah ilmu pengetahuan. Segala aspek kehidupan dibangun berdasarkan ilmu pengetahuan yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah. Hal itu merentang dari masalah politik, ekonomi, sosial, hingga pendidikan.

Contoh paling mencolok dari peradaban Islam adalah tradisi majelis ilmu. Majelis ilmu berpusat di Istana. Ada pula tempat khusus para ilmuwan berkumpul, seperti Bait Al-Hikmah.

Majelis ilmu yang berpusat di istana dipimpin langsung oleh khalifah. Peserta majelis itu pun terbatas hanya dari kalangan sastrawan, fuqaha, filsuf, dan mutakallimun. Majelis itu diisi dengan debat antar penyair dan ahli nahwu, diskusi fikih, hingga diskusi kalam.

Tak sampai di situ, ulama atau ilmuwan kala itu akan mendapatkan insentif tinggi dari khalifah jika mampu menulis buku. Menurut Hamid, itu menunjukkan pemerintahan dalam Islam sangat peduli dengan ilmu pengetahuan.

"Penghargaan terhadap ulama itu yang mahal di dalam peradaban Islam," kata Hamid, dikutip kanal YouTube Orbit TV, Selasa (18/1/2022).

Tradisi Menulis dan Membaca

Ciri khas dari peradaban Islam adalah menulis. Para ulama selalu mengabadikan ilmu mereka ke dalam sebuah buku yang satu judulnya bisa berjilid-jilid. Tulisan mereka itu lalu disimpan dalam perpustakaan. Pada masa Bani Abbasiyah, jumlah perpustakaan pribadi sangat banyak.

Hamid mencontohkan perpustakaan pribadi milik Shihab bin Ibad yang memiliki 200 ribu koleksi buku. Begitu pula perpustakaan Al-Waqidi yang mengoleksi 600 qimathr (jilid). Ibnu Aqil bahkan mengarang kitab al-Funun sebanyak 800 jilid.

"Setiap hari, dia (Ibnu Aqil) menulis 80 halaman," kata Hamid. Dalam Tarikh Islam disebutkan, Imam al-Dzahabi mengatakan, "Belum pernah ada di dunia ini kitab yang lebih besar darinya (kitab Al-Funun)."

Dalam tradisi membaca pun demikian. Para ulama merupakan sosok penggila baca. Al-Hafidz Abul 'Alaa al-Hamadzazniy menjual rumah seharga 60 ribu dinar (sekitar 1 Miliar) untuk membeli kitab-kitab Ibnul Jawaliqy.

Al-Khotib al-Baghdady yang membaca Shahih al-Bukhari (7008 hadits) dalam tiga majelis. Dia melakukan itu pada malam hari, mulai maghrib hingga subuh.

Al-Hafidz Zainuddin al-Iraqy lebih 'gila' lagi. Ia membaca Musnad Ahmad (26.363 hadits) dalam 30 majelis (pertemuan). Artinya, dalam sekali pertemuan, ia rata-rata membaca lebih dari 878 hadits. Lalu ada Abu Ja'far al-Thabari belajar 100 ribu hadits pada usia 19 tahun.

Wakaf Para Pengusaha untuk Lembaga Ilmu

Hamid mengatakan, para pengusaha dan dermawan gemar berwakaf. Seperempat dari wakaf itu untuk mendanai perpustakaan. Bahkan, khalifah member wakaf khusus untuk perpustakaan.

Khalifah juga mendanai utusan untuk mencari naskah-naskah Yunani, Persia, dan Qitbi. Ini terjadi pada era Bani Abbasiyah. Khalifah juga membayar para penerjemah buku-buku asing tersebut.

Tak hanya itu, setiap karya ilmiah hasil kajian di perpustakaan itu akan ditimbang. Hasil timbangan dari karya itu dihargai dengan emas. "Penghargaan terhadap ilmu yang luar biasa, dibandingkan sekarang ini, ketika penulis-penulis buku mendapat royalti 10 persen, itu pun dibayar kemudian," ungkap Hamid sambil bercanda.

Peradaban Islam memang terkenal tradisi intelektual yang sangat tinggi. Buku History of The Arabs Karya Philip K Hitti mencatat tradisi intelektual umat Islam di Spanyol telah membuat Spanyol-Islam dari abad 9-11 Masehi menjadi salah satu kebudayaan Islam dan dunia.

Ada banyak bidang ilmu yang dikaji. Itu terlihat dari kemajuan di bidang seni, sastra, ilmu agama, sains, filsafat, tata kota, dan lain sebagainya. Semua itu, kata Hitti, berhasil menarik perhatian orang-orang Nasrani di Eropa. Itu yang membuat mereka meniru gaya hidup orang Islam.

Kala itu, orang-orang dari Inggris, Perancis, dan Jerman datang ke Cordoba sampai berpakaian Arab agar terlihat seperti akademisi. Mereka membentuk kelas sosial tersendiri. Mereka diberi julukan Mozarab (dalam bahasa Arab: Musta'rib).

Para pelajar dari Eropa ini lalu memboyong karya-karya ilmiah umat Islam ke Italia. Mereka lalu menerjemahkan ke bahasa Latin lalu disebarkan ke seluruh Eropa. "Kalau tidak begitu, tidak akan bisa mengambil ilmu dari orang-orang Islam yang sukunya Arab," kata Hamid.

Produk Intelektual Muslim

Tradisi intelektual tersebut melahirkan karya-karya peradaban yang fenomenal hingga saat ini. Sebut saja madrasah. "Yang menarik, di seluruh dunia ini, universitas pertama adalah Universitas Qarawiyyin yang berdiri pada 859 M, di negara Barat belum ada universitas," katanya. Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir lalu menyusul pada 970 M.

"Dari sini peradaban ilmu dalam Islam itu berkembang pesat," ujar Hamid. Namun yang paling menonjol adalah para ulama. Ada Ibnu Sina yang dikenal sebagai Bapak Kedokteran Modern dan filsuf.

Bapak ilmu bedah modern Al-Zahrawi yang pertama mengenalkan catgut (benang) untuk menutup luka. Al-Khawarizmi, penemu aljabar, algoritma, sistem penomoran, astronomi, dan astrologi.

Ada pula Ibnu Firnas yang mendesain alat (pesawat terbang) yang punya sayap untuk terbang layaknya kostum burung. Tak lupa pula peran Ibnu al-Haitham dalam bidang optik modern. Ada banyak ilmuwan muslim yang menjadi peletak pondasi ilmu modern.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)