Pesantren Daarut Tauhiid Lahir dari Majelis Ilmu yang Konsisten Berbisnis
Muhajirin
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:30 WIB
Masjid Daarut Tauhiid di Bandung sebagai pusat kegiatan santri (foto: Daarut Tauhiid)
Sejarah pendirian Daarut Tauhiid (DT) memiliki kisah inspiratif yang tak banyak orang tau. Lembaga yang dirintis sejak akhir 1980-an itu menjadi potret keberhasilan majelis ilmu. Latar belakang pendirian DT berawal dari pengembangan aktivitas pengajian yang diiringi dengan kegiatan wirausaha oleh para penggerak pengajian tersebut.
Pada 1987, seorang pemuda bernama Gymnastiar yang kini akrab disapa Aa Gym, merintis usaha wirausaha dalam wadah Kelompok Mahasiswa Islam Wirausaha (KMIW). Sebagian hasil usaha tersebut untuk menopang kegiatan pengajian rutin yang beliau pimpin. KMIW merupakan organisasi yang dibentuk sebagai sarana bagi Aa Gym dan beberapa temannya di sekitar KPAD Gegerkalong Bandung untuk mendalami dan menyebarkan ilmu Islam.
Perjalanan Aa Gym tidak mudah mendirikan DT hingga bisa melebar ke arah bisnis. Beliau bahkan sempat mengontrak pada sekitar 1990-an.
Aa Gym tak berbeda dengan pemuda pada umumnya. Sebagai pria yang hobi berbisnis, dia mengenal Islam gara-gara adiknya yang berkebutuhan khusus.
"Adik saya berkata begini, sehebat apapun prestasi yang diraih Aa, enggak akan mulia sebelum mengenal dan meniru akhlak rasul," kata dia dalam sebuah kajian Youtube Aagym Official.
Beranjak dari nasihat sang adik, Aa Gym pun mengarahkan bisnisnya untuk lebih mengenal Allah SWT lebih dekat. Ia ingin bisnis itu menjadi bekal akhirat. “Setelah itu saya berkeliling ke sana-ke sini, keliling (belajar di pesantren) dan takdirnya seperti ini," tuturnya.
Perjalanan Aa Gym berkeliling menimba ilmu itu berbuah hasil. Ia kemudian menjadi sosok pengusaha muda dan mampu membina majelis KMIW. Pada awal aktivitasnya, pengajian yang dilaksanakan masih bersifat sederhana seperti berbagi pengetahuan tentang hadits.
Pada 1987, seorang pemuda bernama Gymnastiar yang kini akrab disapa Aa Gym, merintis usaha wirausaha dalam wadah Kelompok Mahasiswa Islam Wirausaha (KMIW). Sebagian hasil usaha tersebut untuk menopang kegiatan pengajian rutin yang beliau pimpin. KMIW merupakan organisasi yang dibentuk sebagai sarana bagi Aa Gym dan beberapa temannya di sekitar KPAD Gegerkalong Bandung untuk mendalami dan menyebarkan ilmu Islam.
Perjalanan Aa Gym tidak mudah mendirikan DT hingga bisa melebar ke arah bisnis. Beliau bahkan sempat mengontrak pada sekitar 1990-an.
Aa Gym tak berbeda dengan pemuda pada umumnya. Sebagai pria yang hobi berbisnis, dia mengenal Islam gara-gara adiknya yang berkebutuhan khusus.
"Adik saya berkata begini, sehebat apapun prestasi yang diraih Aa, enggak akan mulia sebelum mengenal dan meniru akhlak rasul," kata dia dalam sebuah kajian Youtube Aagym Official.
Beranjak dari nasihat sang adik, Aa Gym pun mengarahkan bisnisnya untuk lebih mengenal Allah SWT lebih dekat. Ia ingin bisnis itu menjadi bekal akhirat. “Setelah itu saya berkeliling ke sana-ke sini, keliling (belajar di pesantren) dan takdirnya seperti ini," tuturnya.
Perjalanan Aa Gym berkeliling menimba ilmu itu berbuah hasil. Ia kemudian menjadi sosok pengusaha muda dan mampu membina majelis KMIW. Pada awal aktivitasnya, pengajian yang dilaksanakan masih bersifat sederhana seperti berbagi pengetahuan tentang hadits.