Rumah Berkelanjutan Jangan Hanya Dilihat dari Satu Aspek
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 04 Maret 2022 - 14:17 WIB
Konsep rumah sustainable dengan konstruksi material ramah lingkungan. Foto: LANGIT7/iStock
Mantan Sekretaris Jendral Ikatan Arsitektur Indonesia Ariko Andikabina mengatakan banyak orang salah kaprah akan maksud dari rumah sustainable atau berkelanjutan itu sendiri. Perlu digarisbawahi bahwa rumah dapat dikatakan sustain harus dilihat dari banyak aspek.
"Banyak orang melihat sustainablity itu dari satu aspek saja, seolah-olah banyak taman berarti rumahnya sudah sustain. Ya itu betul, tapi tidak bisa dijadikan satu-satunya tolak ukur. Misalnya, ada yang tidak mau menggunakan AC, itu kan berarti ia melihat rumah cuma di sisi energi. Atau misal rumah sebisa mungkin menggunakan cahaya alami, berarti yang dibicarakan tentang energi lagi," kata Ariko kepada Langit7, Rabu (2/3/2022).
Baca juga: 4 Pilihan Lampu Hemat Energi agar Tak Boros Listrik
Menurut Ariko, rumah sustainable itu tidak bisa dilihat satu persatu. Tapi harus dilihat dari keseluruhan atau rangkuman dari itu semua.
"Apapun yang digunakan orang-orang dalam membangun rumah dan menyebutnya sustain, itu harus diapresiasi sebagai langkah untuk membuatnya menjadi lebih baik, tapi bukan cuma satu-satunya itu yang jadi isu," jelas Core Founder Green Building Council ini.
Meski begitu, Ariko melihat rumah sustainable yang menerapkan konsep vegetasi patut diapresiasi karena ada peluang menghijaukan kembali. Namun, meski begitu tetap ada faktor lain yang tidak menjadi perhatian.
"Misal kira-kira rumah itu ada berapa banyak AC-nya yang akhirnya kita akan berbicara tentang listrik yang berhubungan dengan energi," ucap jebolan Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.
"Banyak orang melihat sustainablity itu dari satu aspek saja, seolah-olah banyak taman berarti rumahnya sudah sustain. Ya itu betul, tapi tidak bisa dijadikan satu-satunya tolak ukur. Misalnya, ada yang tidak mau menggunakan AC, itu kan berarti ia melihat rumah cuma di sisi energi. Atau misal rumah sebisa mungkin menggunakan cahaya alami, berarti yang dibicarakan tentang energi lagi," kata Ariko kepada Langit7, Rabu (2/3/2022).
Baca juga: 4 Pilihan Lampu Hemat Energi agar Tak Boros Listrik
Menurut Ariko, rumah sustainable itu tidak bisa dilihat satu persatu. Tapi harus dilihat dari keseluruhan atau rangkuman dari itu semua.
"Apapun yang digunakan orang-orang dalam membangun rumah dan menyebutnya sustain, itu harus diapresiasi sebagai langkah untuk membuatnya menjadi lebih baik, tapi bukan cuma satu-satunya itu yang jadi isu," jelas Core Founder Green Building Council ini.
Meski begitu, Ariko melihat rumah sustainable yang menerapkan konsep vegetasi patut diapresiasi karena ada peluang menghijaukan kembali. Namun, meski begitu tetap ada faktor lain yang tidak menjadi perhatian.
"Misal kira-kira rumah itu ada berapa banyak AC-nya yang akhirnya kita akan berbicara tentang listrik yang berhubungan dengan energi," ucap jebolan Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.