Rusia Dihukum tapi Israel Tidak Disanksi, FIFA Tuai Kritik
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 05 Maret 2022 - 20:05 WIB
Ilustrasi seorang anak di Palestina berupaya menahan pasukan militer Israel. (Foto: Langit7.id/iStock)
Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mendapat sorotan tajam usai memberikan sanksi dengan melarang Rusia tampil di seluruh kompetisi internasional menyusul invasi ke Ukraina. Kritikan itu datang dari eks pemain Tim Nasional (Timnas) Mesir, Mohamed Aboutrika.
Aboutrika baru-baru ini mengkritik FIFA-UEFA lantaran tidak menghukum Israel yang melakukan penindasan terhadap rakyat Palestina. Menurutnya, dua lembaga sepakbola tertinggi di dunia itu sangat lembek terhadap isu Israel-Palestina yang sudah berlangsung selama puluhan tahun hingga saat ini.
Baca juga:Roman Abramovich Bantu Ukraina Lewat Penjualan Chelsea
"Keputusan untuk menangguhkan klub dan tim Rusia dari semua kompetisi harus diikuti dengan sanksi terhadap mereka yang terafiliasi dengan Israel," kata Aboutrika dalam wawancara dengan Quds News Network, dikutip dari Palestine Chronicle, Sabtu (5/3/2022).
Tiga kali juara Piala Afrika itu kesal dan menilai FIFA menunjukkan standar ganda dalam kasus ini. Menurutnya, FIFA dan UEFA juga menjatuhkan sanksi berat kepada Israel terkait penindasannya di Palestina. "Israel membunuh anak-anak dan wanita di Palestina selama bertahun-tahun. Kalian memakai standar ganda!," ujarnya.
Palestina berulang kali mendesak FIFA untuk mengambil tindakan tegas atas apa yang dilakukan Israel. Namun pada tahun 2016, induk sepak bola dunia itu memberikan pernyataan untuk bersikap netral terhadap masalah yang berkaitan dengan politik. FIFA mengambil langkah itu karena sejalan dengan prinsip umum yang ditetapkan dalam statuta.
Baca juga:Legenda AC Milan: Rakyat Ukraina Inginkan Perdamaian
Aboutrika baru-baru ini mengkritik FIFA-UEFA lantaran tidak menghukum Israel yang melakukan penindasan terhadap rakyat Palestina. Menurutnya, dua lembaga sepakbola tertinggi di dunia itu sangat lembek terhadap isu Israel-Palestina yang sudah berlangsung selama puluhan tahun hingga saat ini.
Baca juga:Roman Abramovich Bantu Ukraina Lewat Penjualan Chelsea
"Keputusan untuk menangguhkan klub dan tim Rusia dari semua kompetisi harus diikuti dengan sanksi terhadap mereka yang terafiliasi dengan Israel," kata Aboutrika dalam wawancara dengan Quds News Network, dikutip dari Palestine Chronicle, Sabtu (5/3/2022).
Tiga kali juara Piala Afrika itu kesal dan menilai FIFA menunjukkan standar ganda dalam kasus ini. Menurutnya, FIFA dan UEFA juga menjatuhkan sanksi berat kepada Israel terkait penindasannya di Palestina. "Israel membunuh anak-anak dan wanita di Palestina selama bertahun-tahun. Kalian memakai standar ganda!," ujarnya.
Palestina berulang kali mendesak FIFA untuk mengambil tindakan tegas atas apa yang dilakukan Israel. Namun pada tahun 2016, induk sepak bola dunia itu memberikan pernyataan untuk bersikap netral terhadap masalah yang berkaitan dengan politik. FIFA mengambil langkah itu karena sejalan dengan prinsip umum yang ditetapkan dalam statuta.
Baca juga:Legenda AC Milan: Rakyat Ukraina Inginkan Perdamaian