Mengenal Istilah Flexing, Kata Lain dari Sultan dan Crazy Rich
Mahmuda attar hussein
Selasa, 08 Maret 2022 - 14:25 WIB
Ilustrasi flexing atau pamer kekayaan. (Foto: Pixabay).
Istilah flexing baru-baru ini muncul, sama halnya seperti sultan dan crazy rich. Kata ini ditujukan kepada seseorang yang memiliki kekayaan di atas rata-rata.
Mentor bisnis, Jaya Setiabudi menyebutkan, flexing menjadi kosa kata baru yang telah memakan banyak korban. Dari situ, terdapat akar permasalahan, sehingga perlu pengendalian secara tepat.
Flexing sendiri berarti menujukkan suatu kekayaan dengan cara mencolok atau dikenal juga pamer. Tujuannya untuk menunjukkan status dan posisi sosial seseorang.
Baca Juga:Marak Pamer Kekayaan Sultan dan Crazy Rich, Profesor Ini Angkat Bicara
"Ada dua potensi kehidupan pada manusia, yang pertama kebutuhan jasmani. Kedua adalah naluri," kata dia dikanal YouTube-nya Jaya Setiabudi, dikutip Selasa (8/3/2022).
Pria yang akrab disapa Mas J ini menjelaskan, stimulus kebutuhan jasmani berasal dari dalam tubuh sendiri. Di mana menuntut pemenuhan yang jika tidak terpenuhi akan menyebabkan kematian, seperti makan, minum, buang air, ataupun bernafas, dan yang lainnya.
Sementara naluri, stimulusnya berasal dari luar, yang jika tidak dipenuhi maka tidak pula menyebabkan kematian, melainkan keresahan.
Mentor bisnis, Jaya Setiabudi menyebutkan, flexing menjadi kosa kata baru yang telah memakan banyak korban. Dari situ, terdapat akar permasalahan, sehingga perlu pengendalian secara tepat.
Flexing sendiri berarti menujukkan suatu kekayaan dengan cara mencolok atau dikenal juga pamer. Tujuannya untuk menunjukkan status dan posisi sosial seseorang.
Baca Juga:Marak Pamer Kekayaan Sultan dan Crazy Rich, Profesor Ini Angkat Bicara
"Ada dua potensi kehidupan pada manusia, yang pertama kebutuhan jasmani. Kedua adalah naluri," kata dia dikanal YouTube-nya Jaya Setiabudi, dikutip Selasa (8/3/2022).
Pria yang akrab disapa Mas J ini menjelaskan, stimulus kebutuhan jasmani berasal dari dalam tubuh sendiri. Di mana menuntut pemenuhan yang jika tidak terpenuhi akan menyebabkan kematian, seperti makan, minum, buang air, ataupun bernafas, dan yang lainnya.
Sementara naluri, stimulusnya berasal dari luar, yang jika tidak dipenuhi maka tidak pula menyebabkan kematian, melainkan keresahan.