Alasan Penerima Beasiswa LPDP Wajib Kembali ke Indonesia
Muhajirin
Selasa, 08 Maret 2022 - 18:00 WIB
Para penerima beasiswa LPDP (sumber: web LPDP)
Mantan direktur Beasiswa LPDP, Eko Prasetyo, menjelaskan, alasan para pelajar penerima beasiswa kembali ke Indonesia. Ada beberapa alasan utama yang menjadi dasar.
Pertama, para penerima beasiswa sudah menikmati fasilitas lebih dari negara. Itu membuat keputusan kembali untuk berkarir di Indonesia menjadi hal yang wajar. Selain itu, kata Eko, Indonesia membutuhkan kiprah para penerima beasiswa di Tanah Air.
“Kita mempersiapkan Anda untuk memimpin apapun yang kemudian Anda miliki, tapi di Indonesia. Maksudnya, pada 2030 Indonesia diramalkan akan menjadi kekuatan nomor 7 ekonomi dunia. Nah, untuk bisa menggerakkan ekonomi itu, dibutuhkan kurang lebih 58 juta tenaga kerja terampil,” kata Eko melalui akun YouTube March News, dikutip Selasa (8/3/2022).
Baca juga: Sri Mulyani: Dana Abadi Pendidikan Rp99,1 Triliun dan Terus Bertambah
Eko menjelaskan, para pekerja terampil tersebut harus dimanfaatkan dengan leadership yang baik. Keterampilan 58 juta tenaga kerja terampil itu tidak bisa dimanfaatkan tanpa leadership.
“Sehingga, kita asumsikan, kita harus mempersiapkan 60 ribu leader dan profesional. Supaya tenaga kerja terampil yang levelnya pendidikan menengah, vokasi, D1-D2, bisa dikendalikan, bisa dipimpin oleh orang-orang hebat di Indonesia,” ucap Eko.
Mengutip laman resmi dan Buku Panduan Peneriman Beasiswa LPDP, beasiswa LPDP adalah program beasiswa yang diselenggarakan pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan.
Pertama, para penerima beasiswa sudah menikmati fasilitas lebih dari negara. Itu membuat keputusan kembali untuk berkarir di Indonesia menjadi hal yang wajar. Selain itu, kata Eko, Indonesia membutuhkan kiprah para penerima beasiswa di Tanah Air.
“Kita mempersiapkan Anda untuk memimpin apapun yang kemudian Anda miliki, tapi di Indonesia. Maksudnya, pada 2030 Indonesia diramalkan akan menjadi kekuatan nomor 7 ekonomi dunia. Nah, untuk bisa menggerakkan ekonomi itu, dibutuhkan kurang lebih 58 juta tenaga kerja terampil,” kata Eko melalui akun YouTube March News, dikutip Selasa (8/3/2022).
Baca juga: Sri Mulyani: Dana Abadi Pendidikan Rp99,1 Triliun dan Terus Bertambah
Eko menjelaskan, para pekerja terampil tersebut harus dimanfaatkan dengan leadership yang baik. Keterampilan 58 juta tenaga kerja terampil itu tidak bisa dimanfaatkan tanpa leadership.
“Sehingga, kita asumsikan, kita harus mempersiapkan 60 ribu leader dan profesional. Supaya tenaga kerja terampil yang levelnya pendidikan menengah, vokasi, D1-D2, bisa dikendalikan, bisa dipimpin oleh orang-orang hebat di Indonesia,” ucap Eko.
Mengutip laman resmi dan Buku Panduan Peneriman Beasiswa LPDP, beasiswa LPDP adalah program beasiswa yang diselenggarakan pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan.