Ganjar Pranowo Apresiasi Penerapan Penghapusan Tes Covid-19 untuk Pelaku Perjalanan
Arif purniawan
Selasa, 08 Maret 2022 - 19:30 WIB
Ganjar Pranowo tampil dengan gaya gundul pelontos. (Foto: Istimewa).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi penerapan penghapusan tes antigen dan tes polymerase chain reaction (PCR) sebagai syarat perjalanan domestik jalur darat, laut, serta udara.
Ganjar mengatakan meski ada penghapusan aturan penerapan tes covid-19, masyarakat tetap harus berhati-hati dan sebisa mungkin tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Kalau kemudian sudah agak melandai saya kira ketentuan itu baik tapi setidaknya semua mesti siap-siap. Perhubungannya siap-siap, masyarakat siap-siap. Kan kalau mereka sudah divaksin lengkap ini akan jadi insentif buat mereka nanti bisa bepergian dengan leluasa," kata Ganjar, Selasa (8/3/2022).
Baca juga: Aturan Baru Perjalanan Domestik, Tak Lagi Gunakan Tes Covid-19
Ganjar berharap pemerintah memperhitungkan rencana penerapan kebijakan tersebut dengan matang. Salah satunya mempertimbangkan kondisi saat ini.
Sebab, menurut Ganjar, situasi kasus pandemi Covid-19 di daerah-daerah belum merata.
Meskipun secara nasional sudah menunjukkan penurunan, namun beberapa daerah masih belum termasuk Provinsi Jateng.
Ganjar mengatakan meski ada penghapusan aturan penerapan tes covid-19, masyarakat tetap harus berhati-hati dan sebisa mungkin tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Kalau kemudian sudah agak melandai saya kira ketentuan itu baik tapi setidaknya semua mesti siap-siap. Perhubungannya siap-siap, masyarakat siap-siap. Kan kalau mereka sudah divaksin lengkap ini akan jadi insentif buat mereka nanti bisa bepergian dengan leluasa," kata Ganjar, Selasa (8/3/2022).
Baca juga: Aturan Baru Perjalanan Domestik, Tak Lagi Gunakan Tes Covid-19
Ganjar berharap pemerintah memperhitungkan rencana penerapan kebijakan tersebut dengan matang. Salah satunya mempertimbangkan kondisi saat ini.
Sebab, menurut Ganjar, situasi kasus pandemi Covid-19 di daerah-daerah belum merata.
Meskipun secara nasional sudah menunjukkan penurunan, namun beberapa daerah masih belum termasuk Provinsi Jateng.