Tafsir Al-Baqarah Ayat 183: Kewajiban Berpuasa untuk Orang Beriman
Fajar adhitya
Rabu, 09 Maret 2022 - 09:03 WIB
Keluarga Muslim makan sahur saat ramadhan di rumah. Foto: Langit7/iStock.
Surat Al-Baqarah ayat 183 merupakan dalil kewajiban menjalankan puasa pada bulan Ramadhan bagi setiap muslim. Pada permulaan ayat 183 secara langsung Allah Swt menunjukkan perintah wajib itu kepada orang yang beriman.
Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah Jilid I menjelaskan tafsir Surat Al-Baqarah ayat 183 dengan menuliskan bahwa ayat puasa dimulai dengan ajakan kepada setiap orang yang memiliki iman walau seberat apapun. Dengan mesra, katanya, Allah menetapkan kewajiban puasa dengan menyebut "Wahai orang-orang yang beriman."
Surat Al-Baqarah ayat 183:
Baca Juga:Setelah 30 Minggu Pembatasan, Shalat Jumat di Masjid Agung di Khasmir Kembali Digelar
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Arti: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Setelah menyeru orang-orang beriman, Allah kemudian melanjutkan firmannya dengan kata كُتِبَ (kutiba) yang artinya diwajibkan. Redaksi ini, kata Quraish Shihab, tidak menunjuk siapa pelaku yang mewajibkan, dengan kata lain, setelah menyeru kepada orang beriman, Allah memberi tahu bahwa ada sesuatu yang diwajibkan kepada mereka.
Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah Jilid I menjelaskan tafsir Surat Al-Baqarah ayat 183 dengan menuliskan bahwa ayat puasa dimulai dengan ajakan kepada setiap orang yang memiliki iman walau seberat apapun. Dengan mesra, katanya, Allah menetapkan kewajiban puasa dengan menyebut "Wahai orang-orang yang beriman."
Surat Al-Baqarah ayat 183:
Baca Juga:Setelah 30 Minggu Pembatasan, Shalat Jumat di Masjid Agung di Khasmir Kembali Digelar
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Arti: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Setelah menyeru orang-orang beriman, Allah kemudian melanjutkan firmannya dengan kata كُتِبَ (kutiba) yang artinya diwajibkan. Redaksi ini, kata Quraish Shihab, tidak menunjuk siapa pelaku yang mewajibkan, dengan kata lain, setelah menyeru kepada orang beriman, Allah memberi tahu bahwa ada sesuatu yang diwajibkan kepada mereka.