Peradaban Islam
Jabir Ibn Hayyan, Bapak Kimia Modern
Muhajirin
Sabtu, 12 Maret 2022 - 13:07 WIB
Patung Jabir Ibn Hayyan (foto: istimewa)
Kimia adalah ilmu alam yang mempelajari struktur materi, perubahan kimia yang terjadi dalam keadaan tertentu dan keteraturan yang dapat ditarik dari itu.
Di kalangan umat Islam, banyak ilmuwan yang fokus mengkaji bidang ilmu tersebut. Namun, alih-alih belajar tentang kontribusi mendasar mereka dari basis data ilmiah, ide-ide mereka hanya dapat ditemukan dalam novel fiksi. Hal ini disebabkan oleh gambaran yang salah dari banyak orang tentang cara umat Islam melakukan penelitian kimia.
Kimia versus Alkimia
Istilah 'alkimia' umumnya digunakan ketika berbicara tentang jenis kimia yang diduga belum dipraktikkan seperti yang dilakukan saat ini.
The Ordinall of Chemistry menyatakan, kimia sebagai ilmu berasal dari sekitar abad ke-17 dan ke-18. Dibandingkan dengan standar saat ini, kimia tidak akan dipraktikkan secara ilmiah sebelum itu.
Ini berarti bahwa ahli kimia pada waktu itu tidak secara khusus mencari penjelasan kritis tentang gejala kimia. Ilmu pengetahuan pra abad ke-17 dengan demikian disebut 'alkimia'. Beberapa ilmuwan menentang pendapat ini.
Baca juga: Dokter Muslim Telah Temukan Obat Kanker Sejak Abad ke-12
Di kalangan umat Islam, banyak ilmuwan yang fokus mengkaji bidang ilmu tersebut. Namun, alih-alih belajar tentang kontribusi mendasar mereka dari basis data ilmiah, ide-ide mereka hanya dapat ditemukan dalam novel fiksi. Hal ini disebabkan oleh gambaran yang salah dari banyak orang tentang cara umat Islam melakukan penelitian kimia.
Kimia versus Alkimia
Istilah 'alkimia' umumnya digunakan ketika berbicara tentang jenis kimia yang diduga belum dipraktikkan seperti yang dilakukan saat ini.
The Ordinall of Chemistry menyatakan, kimia sebagai ilmu berasal dari sekitar abad ke-17 dan ke-18. Dibandingkan dengan standar saat ini, kimia tidak akan dipraktikkan secara ilmiah sebelum itu.
Ini berarti bahwa ahli kimia pada waktu itu tidak secara khusus mencari penjelasan kritis tentang gejala kimia. Ilmu pengetahuan pra abad ke-17 dengan demikian disebut 'alkimia'. Beberapa ilmuwan menentang pendapat ini.
Baca juga: Dokter Muslim Telah Temukan Obat Kanker Sejak Abad ke-12