Desa Wisata di Indonesia Didorong jadi Destinasi Pariwisata Berkualitas
Hasanah syakim
Ahad, 13 Maret 2022 - 19:35 WIB
Destinasi Wisata Gua Pindul di Gunung Kidul, Yogyakarta. (foto: Langit7/iStock)
Desa wisata saat ini bergeser dari mass tourism ke pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan sesuai dengan karakter desa wisata tersebut.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Vinsensius Jemadu mengataan tren pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan akan mendorong desa wisata untuk berkembang sehingga bisa mengangkat perekonomian.
“Dalam upaya pengembangan desa wisata, seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif harus bisa menerapkan pariwisata berkelanjutan yang memiliki prinsip untuk memberdayakan masyarakat melalui kebudayaan dan kearifan lokal yang ada,” ujar Vinsensius dalam kegiatan "Dukungan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Homestay di Desa Wisata" dikutip Minggu (13/3/2022).
Baca juga:Makanan Halal hingga Masjid Terdekat, Ini 6 Aplikasi untuk Pelancong Solo Wanita
Menurutnya, sejalan dengan untuk melestarikan alam dan meningkatkan kesejahteraan, serta ditambah aspek pengelolaan secara profesional. Tidak semata-mata memperhitungkan pengaruh ekonomi, tapi juga pengaruh yang akan terjadi terhadap lingkungan dan sosial budaya masyarakatnya.
"Sejalan dengan arah pandang Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno, kita harus dapat melakukan inovasi, adaptasi dan kolaborasi,” ujarnya.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Vinsensius Jemadu mengataan tren pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan akan mendorong desa wisata untuk berkembang sehingga bisa mengangkat perekonomian.
“Dalam upaya pengembangan desa wisata, seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif harus bisa menerapkan pariwisata berkelanjutan yang memiliki prinsip untuk memberdayakan masyarakat melalui kebudayaan dan kearifan lokal yang ada,” ujar Vinsensius dalam kegiatan "Dukungan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Homestay di Desa Wisata" dikutip Minggu (13/3/2022).
Baca juga:Makanan Halal hingga Masjid Terdekat, Ini 6 Aplikasi untuk Pelancong Solo Wanita
Menurutnya, sejalan dengan untuk melestarikan alam dan meningkatkan kesejahteraan, serta ditambah aspek pengelolaan secara profesional. Tidak semata-mata memperhitungkan pengaruh ekonomi, tapi juga pengaruh yang akan terjadi terhadap lingkungan dan sosial budaya masyarakatnya.
"Sejalan dengan arah pandang Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno, kita harus dapat melakukan inovasi, adaptasi dan kolaborasi,” ujarnya.