home global news

Disebut Penceramah Radikal, UAS: Setiap Hari Kita Diajak Perangi Hoaks

Senin, 14 Maret 2022 - 08:31 WIB
Ustadz Abdul Somad di Gontor (foto: istimewa)
Nama penceramah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) masuk dalam daftar ustadz radikal dalam sebuah tangkapan layar di media sosial. Itu tak lama setelah Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) merilis lima ciri penceramah radikal.

Lima indikator penceramah radikal itu yakni, pertama, mengajarkan ajaran anti-Pancasila dan pro khilafah transnasional. Kedua, mengajarkan paham takfiri. Ketiga, menanamkan sikap anti pemimpin atau pemerintahan yang sah. Keempat, memiliki sikap eksklusif dan intoleransi terhadap perbedaan maupun keragaman. Kelima, memiliki pandangan anti budaya dan kearifan lokal keagamaan.

Menanggapi hal itu, UAS mengaku tidak terlalu pusing dengan daftar-daftar yang beredar di media sosial. Dia menyebut masyarakat saat ini sudah pintar membedakan berita bohong.

Baca juga: CIIA Kritik Kinerja BNPT Terkait Daftar 180 Penceramah Radikal

"Masyarakat itu dicerdaskan tentang hoaks. Setiap hari kita diajak untuk memerangi hoaks, lalu kemudian ini perlu diklarifikasi resmi atau tidak. Lalu dibuatlah hendaknya dibuat definisi apa dan siapa itu radikal," kata UAS dalam kanal YouTube Karni Ilyas Club, dikutip Senin (14/3/2022).

UAS menuturkan, definisi apa dan siapa yang masuk dalam daftar radikal harus dibuat untuk menentukan secara tepat. Dia khawatir masyarakat terus-menerus mencari sosok ustadz radikal yang dimaksud. Terlebih lagi, daftar penceramah radikal muncul menjelang Ramadhan.

"Bahayanya, ini bisa jadi iklan gratis. Jadi, diharapkan masyarakat berhati-hati, malah masyarakat mencari karena akhirnya ketemu dan masyarakat tertarik pembicaraannya," tutur UAS.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
uas radikalisme ustadz radikal deradikalisasi bnpt
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya