Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Disebut Penceramah Radikal, UAS: Setiap Hari Kita Diajak Perangi Hoaks

Muhajirin Senin, 14 Maret 2022 - 08:31 WIB
Disebut Penceramah Radikal, UAS: Setiap Hari Kita Diajak Perangi Hoaks
Ustadz Abdul Somad di Gontor (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Nama penceramah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) masuk dalam daftar ustadz radikal dalam sebuah tangkapan layar di media sosial. Itu tak lama setelah Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) merilis lima ciri penceramah radikal.

Lima indikator penceramah radikal itu yakni, pertama, mengajarkan ajaran anti-Pancasila dan pro khilafah transnasional. Kedua, mengajarkan paham takfiri. Ketiga, menanamkan sikap anti pemimpin atau pemerintahan yang sah. Keempat, memiliki sikap eksklusif dan intoleransi terhadap perbedaan maupun keragaman. Kelima, memiliki pandangan anti budaya dan kearifan lokal keagamaan.

Menanggapi hal itu, UAS mengaku tidak terlalu pusing dengan daftar-daftar yang beredar di media sosial. Dia menyebut masyarakat saat ini sudah pintar membedakan berita bohong.

Baca juga: CIIA Kritik Kinerja BNPT Terkait Daftar 180 Penceramah Radikal

"Masyarakat itu dicerdaskan tentang hoaks. Setiap hari kita diajak untuk memerangi hoaks, lalu kemudian ini perlu diklarifikasi resmi atau tidak. Lalu dibuatlah hendaknya dibuat definisi apa dan siapa itu radikal," kata UAS dalam kanal YouTube Karni Ilyas Club, dikutip Senin (14/3/2022).

UAS menuturkan, definisi apa dan siapa yang masuk dalam daftar radikal harus dibuat untuk menentukan secara tepat. Dia khawatir masyarakat terus-menerus mencari sosok ustadz radikal yang dimaksud. Terlebih lagi, daftar penceramah radikal muncul menjelang Ramadhan.

"Bahayanya, ini bisa jadi iklan gratis. Jadi, diharapkan masyarakat berhati-hati, malah masyarakat mencari karena akhirnya ketemu dan masyarakat tertarik pembicaraannya," tutur UAS.

Selain itu, UAS juga menjelaskan fenomena di tengah masyarakat jika ada peringatan agar tidak mengundang atau mendengarkan ceramah ustadz radikal. Menurut dia, masyarakat sudah terbiasa mendengar jika ada pengumuman A, yang terjadi malah B. Jika ada ustadz B diumumkan tidak baik, logika masyarakat berarti ustadz B baik.

Baca juga: Masih Remang-remang, Shamsi Ali Minta Definisi Jelas Radikalisme

"Kalau didefinisikan radikal itu orang yang menolak dasar Negara Republik Indonesia, saya sampai hari ini, sahabat yang saya kenal, belum pernah jumpa. Jadi, kalau memang ada orang terbukti demikian, sesuai negara hukum ya ditangkap saja. Kalau tidak itu menjadi fitnah, menjadi isu, tuduh-menuduh, menjadi pembunuhan karakter semua," ucap UAS.

Terkait hal ini, Kantor Staf Presiden (KSP) membantah kabar pemerintah membuat daftar penceramah radikal. Pernyataan itu merespons isu liar di medsos terkait 180 nama penceramah radikal yang mencantumkan nama UAS, Felix Siauw, hingga Ismail Yusanto.

Tenaga Ahli utama Kantor Staf Presiden, Rumadi Ahmad, menyampaikan, kabar itu tidak benar alias hoaks. Dia mengimbau masyarakat tak terpancing dengan kabar itu."Saya tidak tahu dari mana asalnya. Yang jelas, pemerintah tidak pernah menyebutkan soal nama," kata Rumadi dalam keterangan tertulis, pada Rabu (9/3/2022) lalu.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)