Tempuh jalur Tabayun, Plang Muhammadiyah di Banyuwangi Dipasang Kembali
Muhajirin
Senin, 14 Maret 2022 - 10:40 WIB
Plang Muhammadiyah Tampo yang berdiri kembali (foto: istimewa)
Insiden pencopotan plang nama Muhammadiyah di Masjid Al Hidayah di Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada Jumat (25/2/2022), menemui titik temu setelah melalui upaya tabayun.
Peristiwa pencopotan papan nama itu sempat viral di media sosial. Dalam tayangan video berdurasi 25 menit itu, sekelompok warga menggergaji dan merobohkan tiga plang milik organisasi Muhammadiyah.
Tiga plang itu adalah plang bertuliskan Pusat Dakwah Muhammadiyah Tampo, Pimpinan ‘Aisyiyah Ranting Tampo, serta TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Tampo. Kejadian itu membuat 4 pejabat dari 3 instansi dilaporkan ke polisi.
Baca juga: Terima Dubes Ukraina, Muhammadiyah: Tak Ada Alasan Teruskan Agresi Militer
Pada Ahad (13/3/2022), plang yang telah dicopot tersebut kini dipasang kembali. Pemasangan kembali dilakukan pihak PDM Muhammadiyah Banyuwangi, dipimpin Tim Advokat dan Penasehat Hukum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur seusai pengajian Ahad Pagi di Masjid Al Hidayah.
Pemasangan papan nama itu sempat menuai penolakan warga di luar Masjid Al Hidayah, namun selang beberapa waktu upaya tabayun menjadi jalur yang ditempuh untuk melerai konflik tersebut.
Ketua Tim Advokat dan Penasehat Hukum PWM Muhammadiyah Jawa Timur, Masbuhin, mengatakan, upaya tabayun sempat tidak terpenuhi hingga Sabtu (12/3/2022). Namun, pada Ahad (13/3/2022) pagi, titik persoalan hingga keluh kesah masyarakat setempat telah diketahui dan diserap Melalui upaya tabayyun yang digelar di Masjid Al Hidayah.
Peristiwa pencopotan papan nama itu sempat viral di media sosial. Dalam tayangan video berdurasi 25 menit itu, sekelompok warga menggergaji dan merobohkan tiga plang milik organisasi Muhammadiyah.
Tiga plang itu adalah plang bertuliskan Pusat Dakwah Muhammadiyah Tampo, Pimpinan ‘Aisyiyah Ranting Tampo, serta TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Tampo. Kejadian itu membuat 4 pejabat dari 3 instansi dilaporkan ke polisi.
Baca juga: Terima Dubes Ukraina, Muhammadiyah: Tak Ada Alasan Teruskan Agresi Militer
Pada Ahad (13/3/2022), plang yang telah dicopot tersebut kini dipasang kembali. Pemasangan kembali dilakukan pihak PDM Muhammadiyah Banyuwangi, dipimpin Tim Advokat dan Penasehat Hukum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur seusai pengajian Ahad Pagi di Masjid Al Hidayah.
Pemasangan papan nama itu sempat menuai penolakan warga di luar Masjid Al Hidayah, namun selang beberapa waktu upaya tabayun menjadi jalur yang ditempuh untuk melerai konflik tersebut.
Ketua Tim Advokat dan Penasehat Hukum PWM Muhammadiyah Jawa Timur, Masbuhin, mengatakan, upaya tabayun sempat tidak terpenuhi hingga Sabtu (12/3/2022). Namun, pada Ahad (13/3/2022) pagi, titik persoalan hingga keluh kesah masyarakat setempat telah diketahui dan diserap Melalui upaya tabayyun yang digelar di Masjid Al Hidayah.