Buya Yahya: Sabar Tanpa Usaha adalah Putus Asa
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 14 Maret 2022 - 13:58 WIB
Ilustrasi orang yang berpytus asa. Foto: LANGIT7/iStock
Ujian dan masalah selalu datang silih berganti. Setiap orang memiliki fase kehidupan yang dianggap berat untuk dilewati dan dicari jalan keluar. Meski tidak mudah, namun bila dijalani dengan kesabaran dan semangat, masalah tersebut pun akan terselesaikan.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Arifin berkata sabar bukan berarti tanpa usaha dan berusaha bukan berarti tidak sabar. Menurut Buya Yahya, sabar tanpa usaha adalah putus asa.
"Ada orang diuji oleh Allah SWT dengan ujian, disaat seperti itu apa yang harus dilakukan? Apakah ujian tersebut dibiarkan tanpa melakukan apapun? Misal di saat ia diuji sakit, ia tidak berusaha untuk mencari obat. Apakah mereka akan disebut sebagai orang tawakal? Tentu tidak," kata Buya Yahya di kanal YouTube Al-Bahjah TV dikutip Senin (14/3/2022).
Baca juga: Keutamaan Niat dan Sahur saat Ramadhan, Ini Pandangan Buya Yahya
Orang yang bertawakal, lanjut Buya Yahya, tidak akan membiarkan ujian yang diberikan begitu saja. Pasti ia akan mencari cara untuk menyelesaikannya.
"Sehingga orang kalau diuji Allah SWT dengan sakit, maka ia akan berusaha mencari obat. Jika ia tidak mencarinya maka itu disebut putus asa dan itu termasuk dosa besar. Bahkan apabila menyebabkan kematian namanya bunuh diri," tegasnya.
Lebih lanjut, Buya Yahya mengatakan tawakal adanya di dalam hati. Sehingga tawakal ini adalah untuk menyikapi seseorang yang telah berusaha. Setelah berusaha, baru bertawakal.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Arifin berkata sabar bukan berarti tanpa usaha dan berusaha bukan berarti tidak sabar. Menurut Buya Yahya, sabar tanpa usaha adalah putus asa.
"Ada orang diuji oleh Allah SWT dengan ujian, disaat seperti itu apa yang harus dilakukan? Apakah ujian tersebut dibiarkan tanpa melakukan apapun? Misal di saat ia diuji sakit, ia tidak berusaha untuk mencari obat. Apakah mereka akan disebut sebagai orang tawakal? Tentu tidak," kata Buya Yahya di kanal YouTube Al-Bahjah TV dikutip Senin (14/3/2022).
Baca juga: Keutamaan Niat dan Sahur saat Ramadhan, Ini Pandangan Buya Yahya
Orang yang bertawakal, lanjut Buya Yahya, tidak akan membiarkan ujian yang diberikan begitu saja. Pasti ia akan mencari cara untuk menyelesaikannya.
"Sehingga orang kalau diuji Allah SWT dengan sakit, maka ia akan berusaha mencari obat. Jika ia tidak mencarinya maka itu disebut putus asa dan itu termasuk dosa besar. Bahkan apabila menyebabkan kematian namanya bunuh diri," tegasnya.
Lebih lanjut, Buya Yahya mengatakan tawakal adanya di dalam hati. Sehingga tawakal ini adalah untuk menyikapi seseorang yang telah berusaha. Setelah berusaha, baru bertawakal.