Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Buya Yahya: Sabar Tanpa Usaha adalah Putus Asa

Fifiyanti Abdurahman Senin, 14 Maret 2022 - 13:58 WIB
Buya Yahya: Sabar Tanpa Usaha adalah Putus Asa
Ilustrasi orang yang berpytus asa. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Ujian dan masalah selalu datang silih berganti. Setiap orang memiliki fase kehidupan yang dianggap berat untuk dilewati dan dicari jalan keluar. Meski tidak mudah, namun bila dijalani dengan kesabaran dan semangat, masalah tersebut pun akan terselesaikan.

Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Arifin berkata sabar bukan berarti tanpa usaha dan berusaha bukan berarti tidak sabar. Menurut Buya Yahya, sabar tanpa usaha adalah putus asa.

"Ada orang diuji oleh Allah SWT dengan ujian, disaat seperti itu apa yang harus dilakukan? Apakah ujian tersebut dibiarkan tanpa melakukan apapun? Misal di saat ia diuji sakit, ia tidak berusaha untuk mencari obat. Apakah mereka akan disebut sebagai orang tawakal? Tentu tidak," kata Buya Yahya di kanal YouTube Al-Bahjah TV dikutip Senin (14/3/2022).

Baca juga: Keutamaan Niat dan Sahur saat Ramadhan, Ini Pandangan Buya Yahya

Orang yang bertawakal, lanjut Buya Yahya, tidak akan membiarkan ujian yang diberikan begitu saja. Pasti ia akan mencari cara untuk menyelesaikannya.

"Sehingga orang kalau diuji Allah SWT dengan sakit, maka ia akan berusaha mencari obat. Jika ia tidak mencarinya maka itu disebut putus asa dan itu termasuk dosa besar. Bahkan apabila menyebabkan kematian namanya bunuh diri," tegasnya.

Lebih lanjut, Buya Yahya mengatakan tawakal adanya di dalam hati. Sehingga tawakal ini adalah untuk menyikapi seseorang yang telah berusaha. Setelah berusaha, baru bertawakal.

"Seperti halnya tentang ikhlas, jika Anda berbicara tentang ikhlas tentunya harus ada pekerjaan terlebih dahulu baru bisa menggunakan ikhlas. Ikhlas tanpa pekerjaan, mana mungkin. Jadi ikhlas itu adalah untuk menyikapi sebuah pekerjaan yang sudah dilakukan. Kalau orang tidak mengerjakan sesuatu mana mungkin ia bisa disebut sebagai orang yang ikhlas," ujarnya.

"Begitu juga urusan tawakal ini, kita berusaha. Setelah berusaha apa? Dia tidak lagi melihat usahanya. Artinya, dia sudah berusaha, setelah itu diserahkan semuanya kepada Allah SWT. Itu baru tawakal yang sesungguhnya," lanjut Buya.

Tapi jika ada orang yang tidak ingin berusaha, tetapi tawakal-tawakal saja itu namanya putus asa. Maka itu, siapapun yang diuji Allah SWT dengan sakit, jangan sok bergaya dengan bilang tawakal tetapi tidak melakukan sesuatu.

Baca juga: Bertahan dalam Pernikahan Tanpa Cinta dan Hasrat, Dosakah? Ini Kata Buya Yahya

"Lakukan sesuatu. Ini yang sering disebut mematuhi sunnahtullah, sunnah Allah. Mematuhinya bagaimana? Jadi apa yang Allah berlakukan kepada mahluk, kepada hambanya, hendaknya dipatuhi," ucapnya.

Makanya, jika ada orang yang berusaha bukan berarti ia tidak sabar, itu tawakal. Tawakal sendiri sudah termasuk kewajiban dan berusaha itu termasuk dari ibadah.

"Karenanya, jangan takut untuk berusaha. Tetapi dengan catatan jangan mengandalkan keberhasilan yang didapat atas dasar usaha tetapi langsung bawa hati Anda kepada Allah SWT dengan mengatakan bahwasanya yang menjadikan Anda sukses adalah Allah SWT," katanya.

"Sehingga dikatakan, tawakal itu berusaha mengambil satu sebab, setelah Anda mengerjakan sebab tersebut, maka langsung serahkan kepada Allah SWT," pungkas Buya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)