Ukraina Sebut Pasukan Rusia Serang Masjid Suleiman di Mariupol
Fajar adhitya
Senin, 14 Maret 2022 - 14:06 WIB
Masjid Suleiman di Mariupol. Foto: Istimewa.
Ukraina merilis informasi pasukan Rusia membombardir Masjid Sultan Suleiman di Mariupol. Kabar tersebut dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Ukraina dan Kedutaan Besar Ukraina untuk Indonesia di Twitter.
“Saat ini, pasukan #Rusia sedang membombardir masjid Sultan Suleiman yang Luar Biasa dan istrinya Roxolana (Mechetʹ Suleymana I Roksolany-red). Banyak orang dewasa dan anak-anak bersembunyi dari penembakan di masjid, termasuk warga #Turki,” cuit Twitter Kedubes Ukraina dikutip Senin (14/3/2022).
Twitter Kedutaan Besar Ukraina untuk Indonesia meneruskan informasi tersebut dari cuitan Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Ukraina, Emine Dzheppar. Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan, lebih dari 80 orang dewasa dan anak-anak sedang berlindung di masjid itu saat pasukan Rusia menyerang.
Baca Juga:Terima Dubes Ukraina, Muhammadiyah: Tak Ada Alasan Teruskan Agresi Militer
Dilansir CNN International, Kepala Koresponden CNN Clarissa Ward menggambarkan terjadi ledakan akhir pekan kemarin di mana terjadi tembakan yang tiada henti. Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui ledakan tersebut merupakan serangan tentara Rusia atau Ukraina.
"Ledakan berat di kejauhan, berlanjut selama beberapa menit," kata Ward.
“Saat ini, pasukan #Rusia sedang membombardir masjid Sultan Suleiman yang Luar Biasa dan istrinya Roxolana (Mechetʹ Suleymana I Roksolany-red). Banyak orang dewasa dan anak-anak bersembunyi dari penembakan di masjid, termasuk warga #Turki,” cuit Twitter Kedubes Ukraina dikutip Senin (14/3/2022).
Twitter Kedutaan Besar Ukraina untuk Indonesia meneruskan informasi tersebut dari cuitan Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Ukraina, Emine Dzheppar. Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan, lebih dari 80 orang dewasa dan anak-anak sedang berlindung di masjid itu saat pasukan Rusia menyerang.
Baca Juga:Terima Dubes Ukraina, Muhammadiyah: Tak Ada Alasan Teruskan Agresi Militer
Dilansir CNN International, Kepala Koresponden CNN Clarissa Ward menggambarkan terjadi ledakan akhir pekan kemarin di mana terjadi tembakan yang tiada henti. Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui ledakan tersebut merupakan serangan tentara Rusia atau Ukraina.
"Ledakan berat di kejauhan, berlanjut selama beberapa menit," kata Ward.