Varian Deltacron Sudah Menyebar di Eropa, Berbahayakah?
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 15 Maret 2022 - 09:04 WIB
Ilustrasi varian rekombinan Delta dan Omicron, Deltacron. Foto: iStock
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkonfirmasi varian hibrida Delta-Omicron yang disebut Deltacron. Varian baru ini sudah menyebar di sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Denmark, dan Belanda.
Hal tersebut disampaikan WHO dalam sebuah konferensi pers pada Rabu (10/3/2022) lalu.
Pemimpin teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan para peneiliti menyebut varian baru ini tingkat deteksinya masih sangat rendah. Dan banyak negara yang mengawasi terkait hibrida virus rekombinan varian Delta dan Omicron.
Baca juga: Gabungan Varian Delta dan Omicron Ditemukan, Ini Kata WHO
Melansir Health, Selasa (15/3/2022), organisasi ilmuwan di seluruh dunia berbagi data virus juga mengonfirmasi kemunculan Deltacron yang sudah menyebar di sejumlah negara di Eropa.
Temuan tersebut dimuat di laman resmi Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID). Berdasarkan data yang dihimpun dan dilaporkan dari Institut Pasteur Prancis menjadi "bukti kuat pertama untuk virus rekombinan Delta-Omicron," yang sudah menyebar sejak awal Januari 2022.
Laporan Deltacron pertama kali beredar pada awal Januari setelah Leondios Kostrikis, ahli virus di Siprus, mengatakan timnya menemukan kombinasi varian Delta dan Omicron. Ia adalah orang pertama yang secara terbuka memberi label Deltacron.
Hal tersebut disampaikan WHO dalam sebuah konferensi pers pada Rabu (10/3/2022) lalu.
Pemimpin teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan para peneiliti menyebut varian baru ini tingkat deteksinya masih sangat rendah. Dan banyak negara yang mengawasi terkait hibrida virus rekombinan varian Delta dan Omicron.
Baca juga: Gabungan Varian Delta dan Omicron Ditemukan, Ini Kata WHO
Melansir Health, Selasa (15/3/2022), organisasi ilmuwan di seluruh dunia berbagi data virus juga mengonfirmasi kemunculan Deltacron yang sudah menyebar di sejumlah negara di Eropa.
Temuan tersebut dimuat di laman resmi Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID). Berdasarkan data yang dihimpun dan dilaporkan dari Institut Pasteur Prancis menjadi "bukti kuat pertama untuk virus rekombinan Delta-Omicron," yang sudah menyebar sejak awal Januari 2022.
Laporan Deltacron pertama kali beredar pada awal Januari setelah Leondios Kostrikis, ahli virus di Siprus, mengatakan timnya menemukan kombinasi varian Delta dan Omicron. Ia adalah orang pertama yang secara terbuka memberi label Deltacron.