LANGIT7.ID, Jakarta - Ilmuwan dari French Pasteur Institute, Prancis, mengklaim berhasil mengidentifikasi infeksi gabungan varian
Delta dan Omicron. Bahkan, mereka menyebut telah menemukan bukti kuat terkait gabungan virus yang dijuluki 'Deltacron' ini.
Berdasarkan data serta analisis mereka, munculnya virus gabungan tersebut diturunkan dari garis keturunan GK/AY.4 varian Delta dan GRA/BA.1 varian Omicron.
Baca juga: Ini Vaksin Booster Paling Efektif Lawan Covid-19
Meski begitu, temuan ini masih belum resmi dikonfirmasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Saat ini,
WHO masih terus mengawasi segala potensi gabungan dari dua varian virus Covid-19.
Ahli Epidemiologi Penyakit Menular WHO, Maria van Kerkhove, mengatakan sudah menduga kemungkinan adanya penemuan gabungan virus varian
Omicron dan Delta. "Sudah diduga, terutama dengan sirkulasi Omicron dan Delta yang intens. Kami masih melacak dan mendiskusikan varian tersebut," ujarnya seperti dilansir dari Sky News, Sabtu (12/3/2022).
Maria menegaskan, kemunculan 'Deltacron' mungkin saja dapat terjadi ketika seseorang terinfeksi dua varian SARS-CoV-2 secara bersamaan atau koinfeksi, bukan gabungan Delta dan Omicron. "Fenomena 'Deltacron', hanyalah sebuah istilah yang belum bisa mengartikan adanya infeksi gabungan Delta dan Omicron," ujarnya.
Baca juga:
Covid-19 di Indonesia Menuju Endemi? Ini Penjelasan Pakar
148,98 Juta Penduduk Indonesia Terima Vaksinasi Dosis Lengkap
(asf)