Jamaah Indonesia Diimbau Tunda Ibadah Umrah Hingga Situasi Pandemi Membaik
Mahmuda attar hussein
Rabu, 28 Juli 2021 - 08:00 WIB
Ibadah umrah di masa pandemi (foto: antara)
Beberapa pihak menegaskan agar jamaah Indonesia menunda rencana ibadah Umrah yang telah dibuka oleh Arab Saudi pada 10 Agustus mendatang. Imbauan ini dikeluarkan mengingat situasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum bisa terkendali dengan baik.
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), sekaligus anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Prof. dr. Ascobat Gani menyarankan agar ibadah Umroh bagi jamaah Indonesia dapat ditunda terlebih dahulu. Mengingat Indonesia saat ini yang masih memperpanjang PPKM Level 4 hingga 2 Agustus mendatang.
“Ini kan jadi ribet, jadi lebih baik tunggu dulu lah sampai kondisi betul-betul aman terkait pandemi ini, karena sekarang ini lebih berisiko. Apalagi yang pergi nanti usia lanjut, dan komorbid resikonya besar, apa salahnya ditunda,” tegasnya kepada Langit7.id.
Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih dalam situasi sulit dalam menghadapi pandemi. Terlebih pemerintah juga sedang mengebut program vaksinasi kepada seluruh rakyat Indonesia.
Terlebih pemerintah Arab Saudi memberikan ketentuan tambahan bagi jamaah asal Indonesia yang ingin melakukan ibadah Umroh. Diantaranya adalah melakukan vaksinasi booster dan karantina selama 14 hari di negara transit ketiga.
“Persoalan nantinya, Umroh itu bagaimana dapat vaksin yang ditentukan nanti, kan jadi soal lain lagi. Apa mungkin mengambil jatahnya tenaga kesehatan. AstraZeneca yang ada itu pun nanti diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, karena pekerjaan mereka lebih berisiko,” ujarnya.
Selain akan menambah biaya hingga diperkirakan naik 50 persen. Gani menjelaskan, varian baru dari corona memiliki tingkat risiko penularan yang lebih tinggi.
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), sekaligus anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Prof. dr. Ascobat Gani menyarankan agar ibadah Umroh bagi jamaah Indonesia dapat ditunda terlebih dahulu. Mengingat Indonesia saat ini yang masih memperpanjang PPKM Level 4 hingga 2 Agustus mendatang.
“Ini kan jadi ribet, jadi lebih baik tunggu dulu lah sampai kondisi betul-betul aman terkait pandemi ini, karena sekarang ini lebih berisiko. Apalagi yang pergi nanti usia lanjut, dan komorbid resikonya besar, apa salahnya ditunda,” tegasnya kepada Langit7.id.
Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih dalam situasi sulit dalam menghadapi pandemi. Terlebih pemerintah juga sedang mengebut program vaksinasi kepada seluruh rakyat Indonesia.
Terlebih pemerintah Arab Saudi memberikan ketentuan tambahan bagi jamaah asal Indonesia yang ingin melakukan ibadah Umroh. Diantaranya adalah melakukan vaksinasi booster dan karantina selama 14 hari di negara transit ketiga.
“Persoalan nantinya, Umroh itu bagaimana dapat vaksin yang ditentukan nanti, kan jadi soal lain lagi. Apa mungkin mengambil jatahnya tenaga kesehatan. AstraZeneca yang ada itu pun nanti diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, karena pekerjaan mereka lebih berisiko,” ujarnya.
Selain akan menambah biaya hingga diperkirakan naik 50 persen. Gani menjelaskan, varian baru dari corona memiliki tingkat risiko penularan yang lebih tinggi.