Perpustakaan Masjid Bisa Jadi Sumber Inspirasi Materi Ceramah
Fajar adhitya
Kamis, 17 Maret 2022 - 20:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Penting bagi masjid memiliki perpustakaan untuk meningkatkan literasi keagamaan umat Islam. Selain itu, kehadiran perpustakaan juga bisa menjadi sumber inspirasi bagi khatib atau pendakwah mencari materi ceramah.
“Selain bisa meningkatkan literasi keagamaan masyarakat, perpustakaan masjid bisa menjadi tempat bagi penceramah atau khatib mencari referensi untuk memperkaya konten atau khutbah mereka. Jadi mereka tidak usah jauh-jauh mencari rujukannya,” kata Subkoordinator Pengendalian Mutu Naskah Agama Kemenag, Nur Rahmawati dalam Obrolan Seputar Soal Islam (OBSESI) yang disiarkan Youtube Bimas Islam TV dikutip Kamis (17/3/2022).
Rahmawati mengatakan, Kementerian Agama sedang fokus meningkatkan literasi keagamaan melalui perpustakaan masjid. Sejauh ini, pihaknya bekerja sama dengan Perpusda melalui dua Kanwil Kemenag, yakni Aceh dan Kalimantan Timur.
Baca Juga:Ingin Punya Anak Cinta Ilmu dan Suka Baca Buku? Begini Caranya
“Kami terus memberikan motivasi kepada teman-teman di daerah untuk mengadakan MoU dengan Perpusda agar program-program literasi lebih diperhatikan, khususnya di perpustakaan masjid,” katanya.
Pada era digital ini, Rahmawati mengatakan keberadaan buku fisik tetap penting untuk menunjang kegiatan literasi. Buku fisik dapat menjadi pelengkap buku digital
“Survei yang kami adakan secara sederhana maupun survei yang dilakukan oleh Kominfo menunjukkan bahwa buku fisik masih diperlukan. Buku fisik tetap menjadi primadona,” jelas Nur Rahmawati dalam acara bertema ‘Era Digital, Masih Butuh Buku Fisik Gak Sih?’ ini.
“Selain bisa meningkatkan literasi keagamaan masyarakat, perpustakaan masjid bisa menjadi tempat bagi penceramah atau khatib mencari referensi untuk memperkaya konten atau khutbah mereka. Jadi mereka tidak usah jauh-jauh mencari rujukannya,” kata Subkoordinator Pengendalian Mutu Naskah Agama Kemenag, Nur Rahmawati dalam Obrolan Seputar Soal Islam (OBSESI) yang disiarkan Youtube Bimas Islam TV dikutip Kamis (17/3/2022).
Rahmawati mengatakan, Kementerian Agama sedang fokus meningkatkan literasi keagamaan melalui perpustakaan masjid. Sejauh ini, pihaknya bekerja sama dengan Perpusda melalui dua Kanwil Kemenag, yakni Aceh dan Kalimantan Timur.
Baca Juga:Ingin Punya Anak Cinta Ilmu dan Suka Baca Buku? Begini Caranya
“Kami terus memberikan motivasi kepada teman-teman di daerah untuk mengadakan MoU dengan Perpusda agar program-program literasi lebih diperhatikan, khususnya di perpustakaan masjid,” katanya.
Pada era digital ini, Rahmawati mengatakan keberadaan buku fisik tetap penting untuk menunjang kegiatan literasi. Buku fisik dapat menjadi pelengkap buku digital
“Survei yang kami adakan secara sederhana maupun survei yang dilakukan oleh Kominfo menunjukkan bahwa buku fisik masih diperlukan. Buku fisik tetap menjadi primadona,” jelas Nur Rahmawati dalam acara bertema ‘Era Digital, Masih Butuh Buku Fisik Gak Sih?’ ini.