Manfaat Zakat, Infak dan Sedekah, Cara Cepat Kaya yang Islami
Mahmuda attar hussein
Ahad, 20 Maret 2022 - 14:05 WIB
Ilustrasi zakat. (Foto: iStock).
Zakat, infak dan sedekah, masing-masing memiliki pengertian yang berbeda-beda. Namun manfaatnya sama-sama membuat seorang muslim cepat kaya dengan cara Islami.
Ustadz Adi Hidayat mengatakan, sedekah dalam bahasa Al-Quran menunjuk pada semua perbuatan baik, termasuk dijelaskan pula dalam fikih.
"Zakat disebut sedekah, infak disebut sedekah, salat juga disebut sedekah. Jadi semua perbuatan baik, dan jangan dipersempit maknanya dengan hanya memasukkan uang ke dalam kotak," ujar dia dikanal YouTube akhyar.tv, dikutip Minggu (20/3/2022).
Baca Juga:Perbedaan Zakat, Sedekah dan Infaq, Umat Islam Jangan Salah Paham
Allah SWT menjanjikan kepada hamba yang berzakat tidak akan kekurangan harta, justru akan bertambah. Selain itu, juga mendapatkan sesuatu yang suci, baik dari dalam maupun luar.
Artinya, orang yang berzakat akan dijaga oleh Allah dari sikap berlebihan terhadap harta. Sehingga Allah memberikan harta kepada orang yang berzakat secara cukup, dan dibarengi dengan ketenangan.
"Jadi tumbuhkan keyakinan dalam diri, bahwa ketika berzakat kita sedang menambah harta, bukan mengurangi harta. Sebab, Allah kalau sudah berjanji tidak pernah mengingkari," tegasnya.
Ustadz Adi Hidayat mengatakan, sedekah dalam bahasa Al-Quran menunjuk pada semua perbuatan baik, termasuk dijelaskan pula dalam fikih.
"Zakat disebut sedekah, infak disebut sedekah, salat juga disebut sedekah. Jadi semua perbuatan baik, dan jangan dipersempit maknanya dengan hanya memasukkan uang ke dalam kotak," ujar dia dikanal YouTube akhyar.tv, dikutip Minggu (20/3/2022).
Baca Juga:Perbedaan Zakat, Sedekah dan Infaq, Umat Islam Jangan Salah Paham
Allah SWT menjanjikan kepada hamba yang berzakat tidak akan kekurangan harta, justru akan bertambah. Selain itu, juga mendapatkan sesuatu yang suci, baik dari dalam maupun luar.
Artinya, orang yang berzakat akan dijaga oleh Allah dari sikap berlebihan terhadap harta. Sehingga Allah memberikan harta kepada orang yang berzakat secara cukup, dan dibarengi dengan ketenangan.
"Jadi tumbuhkan keyakinan dalam diri, bahwa ketika berzakat kita sedang menambah harta, bukan mengurangi harta. Sebab, Allah kalau sudah berjanji tidak pernah mengingkari," tegasnya.