Rektor UGM dan Unair Dikukuhkan Pimpin Forum Rektor Indonesia
Muhajirin
Rabu, 28 Juli 2021 - 17:00 WIB
Rektor Unair Prof Moh Nasih dan Rektor UGM Prof Panut Mulyono (foto: istimewa)
Rektor Universiras Gadjah Mada (UGM), Prof. Panut Mulyono, dikukuhkan sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) untuk periode 2021-2022. Sementara untuk periode 2022-2023, FRI akan dipimpin Rektor Universitas Airlangga, Prof. Mohammad Nasih.
Pengukuhan tersebut digelar secara virtual dalam Konferensi FRI 2021, Konvensi Kampus XXVII dan Temu Tahunan XXIIIpada Selasa (27/7/2021). Konferensi tersebut mengangkat tema MBKM dan Kolaborasi Strategi Dalam Rangka Mewujudkan Pendidikan TinggiYang Inovatif, Produktif, Adaptif, dan Kompetitif di Dunia Global.
Konferensi FRI ini dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo. Jokowi ingin perguruan tinggi progresif membangun cara kerja baru untuk menyiapkan masa depan mahasiswa dan bangsa Indonsia yang lebih maju.
Saat menyampaikan sambutan perdana, Panut berharap perguruan bisa menemukan solusi dalam menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian, terutama masalah pendidikan. Dia menyebut akademisi harus progresif dan berada di jajaran terdepan agar dapat memberikan jalan keluar bagi permasalahan bangsa.
Menurut Panut, FRI menjadi forum strategis untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Dia menyebut pendidikan tinggi saat ini tengah menghadapi tantangan yang luar biasa. Di sisi lain, pandemi corona mengakibatkan krisis di sektor kesehatan dan ekonomi.
Namun pada satu sisi, wabah corona mempercepat disrupsi. Masyarakat kini merasakan akselerasi adopsi teknologi digital. Maka itu, Panut berharap FRI bisa menjadi pelopor agar perguruan tinggi selalu inovatif dalam melihat setiap persoalan yang dihadapi banhsa. Perguruan tinggu juga harus berpikir terbuka terhadap kompetisi serta menjadi adaptif tanpa mengesampingkan nilai dan karakter dasar yang menjadi ciri khas pendidikan tinggi Indonesia.
“Di tengah disrupsi dan perubahan yang terjadi secara cepat, semoga kita dapat menyikapinya dengan inovatif sehingga pendidikan tinggi Indonesia menjadi institusi yang adaptif dan tetap relevan,” kata Panut, dikutip laman resmi UGM, Rabu (27/7/2021).
Pengukuhan tersebut digelar secara virtual dalam Konferensi FRI 2021, Konvensi Kampus XXVII dan Temu Tahunan XXIIIpada Selasa (27/7/2021). Konferensi tersebut mengangkat tema MBKM dan Kolaborasi Strategi Dalam Rangka Mewujudkan Pendidikan TinggiYang Inovatif, Produktif, Adaptif, dan Kompetitif di Dunia Global.
Konferensi FRI ini dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo. Jokowi ingin perguruan tinggi progresif membangun cara kerja baru untuk menyiapkan masa depan mahasiswa dan bangsa Indonsia yang lebih maju.
Saat menyampaikan sambutan perdana, Panut berharap perguruan bisa menemukan solusi dalam menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian, terutama masalah pendidikan. Dia menyebut akademisi harus progresif dan berada di jajaran terdepan agar dapat memberikan jalan keluar bagi permasalahan bangsa.
Menurut Panut, FRI menjadi forum strategis untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Dia menyebut pendidikan tinggi saat ini tengah menghadapi tantangan yang luar biasa. Di sisi lain, pandemi corona mengakibatkan krisis di sektor kesehatan dan ekonomi.
Namun pada satu sisi, wabah corona mempercepat disrupsi. Masyarakat kini merasakan akselerasi adopsi teknologi digital. Maka itu, Panut berharap FRI bisa menjadi pelopor agar perguruan tinggi selalu inovatif dalam melihat setiap persoalan yang dihadapi banhsa. Perguruan tinggu juga harus berpikir terbuka terhadap kompetisi serta menjadi adaptif tanpa mengesampingkan nilai dan karakter dasar yang menjadi ciri khas pendidikan tinggi Indonesia.
“Di tengah disrupsi dan perubahan yang terjadi secara cepat, semoga kita dapat menyikapinya dengan inovatif sehingga pendidikan tinggi Indonesia menjadi institusi yang adaptif dan tetap relevan,” kata Panut, dikutip laman resmi UGM, Rabu (27/7/2021).