Rasulullah Sudah Semangat Sambut Ramadhan sejak Sya'ban
Mahmuda attar hussein
Selasa, 22 Maret 2022 - 16:05 WIB
Ilustrasi semangat menyambut Ramadhan. (Foto: Istimewa).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sudah semangat menyambut Ramadhan sejak bulan Sya'ban. Berbagai ibadah sunnah pun dikerjakan, salah satunya puasa.
Ustadz Syafiq Riza Basalamah mengatakan, Nabi Muhammad sudah memperbanyak interaksi dengan Allah azza wa jalla sejak Sya'ban, satu bulan sebelum Ramadhan.
"Kita lihat beliau sudah mempersiapkan masuk Ramadhan di bulan Sya'ban. Rasulullah memperbanyak puasa sunnah di bulan Syakban," kata dia dikanal YouTubenya, Syafiq Riza Basalamah, dikutip Selasa (22/3/2022).
Baca Juga: Kafarat Bersanggama di Siang Hari Bulan Suci Ramadhan
Menurut dia, puasa merupakan hubungan hamba terhadap Sang Pencipta. Ketika berpuasa, seseorang menahan diri dari syahwatnya dan dianjurkan untuk fokus beribadah kepada Allah SWT.
"Ketika masuk bulan Ramadhan, Nabi adalah orang yang paling semangat, beliau lebih semangat lagi beribadah kepada Allah, dan lebih semangat lagi ketika masuk 10 hari terakhir Ramadhan," ujarnya.
Dia mengingatkan, walaupun Nabi tidak melarang interaksi manusia dengan dunia luar, tapi sudah seharusnya sebagai muslim yang taat untuk menjaga nilai puasanya.
Ustadz Syafiq Riza Basalamah mengatakan, Nabi Muhammad sudah memperbanyak interaksi dengan Allah azza wa jalla sejak Sya'ban, satu bulan sebelum Ramadhan.
"Kita lihat beliau sudah mempersiapkan masuk Ramadhan di bulan Sya'ban. Rasulullah memperbanyak puasa sunnah di bulan Syakban," kata dia dikanal YouTubenya, Syafiq Riza Basalamah, dikutip Selasa (22/3/2022).
Baca Juga: Kafarat Bersanggama di Siang Hari Bulan Suci Ramadhan
Menurut dia, puasa merupakan hubungan hamba terhadap Sang Pencipta. Ketika berpuasa, seseorang menahan diri dari syahwatnya dan dianjurkan untuk fokus beribadah kepada Allah SWT.
"Ketika masuk bulan Ramadhan, Nabi adalah orang yang paling semangat, beliau lebih semangat lagi beribadah kepada Allah, dan lebih semangat lagi ketika masuk 10 hari terakhir Ramadhan," ujarnya.
Dia mengingatkan, walaupun Nabi tidak melarang interaksi manusia dengan dunia luar, tapi sudah seharusnya sebagai muslim yang taat untuk menjaga nilai puasanya.