LANGIT7.ID, Jakarta - Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sudah semangat menyambut
Ramadhan sejak bulan Sya'ban. Berbagai ibadah sunnah pun dikerjakan, salah satunya puasa.
Ustadz Syafiq Riza Basalamah mengatakan, Nabi Muhammad sudah memperbanyak interaksi dengan Allah azza wa jalla sejak Sya'ban, satu bulan sebelum Ramadhan.
"Kita lihat beliau sudah mempersiapkan masuk Ramadhan di bulan Sya'ban. Rasulullah memperbanyak puasa sunnah di bulan Syakban," kata dia dikanal YouTubenya, Syafiq Riza Basalamah, dikutip Selasa (22/3/2022).
Baca Juga: Kafarat Bersanggama di Siang Hari Bulan Suci RamadhanMenurut dia, puasa merupakan hubungan hamba terhadap Sang Pencipta. Ketika berpuasa, seseorang menahan diri dari syahwatnya dan dianjurkan untuk fokus beribadah kepada Allah SWT.
"Ketika masuk bulan Ramadhan, Nabi adalah orang yang paling semangat, beliau lebih semangat lagi beribadah kepada Allah, dan lebih semangat lagi ketika masuk 10 hari terakhir Ramadhan," ujarnya.
Dia mengingatkan, walaupun Nabi tidak melarang interaksi manusia dengan dunia luar, tapi sudah seharusnya sebagai muslim yang taat untuk menjaga nilai puasanya.
"Ketika engkau berinteraksi sama orang lain lebih berhati-hati lagi, karena sedang puasa. Jadi interaksi dengan dunia luar itu tetap berjalan, akan tetapi nilai-nilai puasanya itu dominan dalam interaksi tersebut," katanya.
Selain itu, Syafiq juga mengimbau kepada umat Islam untuk semakin dekat dengan Al-Quran di bulan puasa. Sebab, hal itulah yang dapat menjauhkan diri dari perbuatan sia-sia dan menambahkan nilai ibadah.
"Al-Quran turun saat bulan Ramadhan, tentunya kita harus lebih banyak lagi baca Al-Quran. Puasa ini seakan-akan madrasah (pembelajaran) dimana orang semakin dekat dengan Penciptanya," kata Syafiq.
(bal)