Pesan Syaikh Yusri Rusydi Persiapkan Diri Sambut Ramadhan
Muhajirin
Selasa, 22 Maret 2022 - 17:51 WIB
Syaikh Yusri Rusydi (foto: KMJ Mesir)
Ulama asal Mesir, Maulana Syaikh Yusri Rusydi Gabr Al-Hasani, memberikan nasihat Penting kepada umat Islam untuk melakukan persiapan memasuki bulan suci Ramadhan.
Selain puasa menahan syahwat perut dan syahwat kemaluan, puasa hati juga sangat penting dilakukan. Ini bisa dilakukan dengan menjauhi segala bentuk perbuatan dan pikiran yang mengalihkan konsentrasi kepada Allah Ta’ala.
Puasa tidak boleh rusak karena dinodai oleh ghibah, namimah, ghaflah, dengki, dan akhlak-akhlak buruk lainnya. Untuk memasuki level itu, seseorang butuh pemanasan dan latihan jauh sebelum memasuki Ramadhan.
“Tak bisa mendadak seperti utopia kebanyakan umat muslim yang tancap gas mulai hari pertama,” kata Syaikh Rusydi, dikutip lama PPMI Mesir, Selasa (22/3/2022).
Baca juga: Sehat dan Hemat saat Ramadhan, Makan Ini saat Sahur dan Berbuka
Pemanasan dapat dilakukan dengan memperbanyak istighfar, shalawat, dan tahlil masing-masing 100 kali saat pagi dan sore hari. Dengan pemanasan itu, saat Ramadhan menunaikan ibadah menjadi ringan. Bahkan bukan sekadar beribadah, tapi terus-menerus dan berkesinambungan.
Persiapan menyambut Ramadhan bisa mencontoh Rasulullah SAW. Beliau menjalani berjuta badai kehidupan, yang beliau hadapi silih berganti. Tak ada ceritanya beliau meliburkan diri ke masjid.
Selain puasa menahan syahwat perut dan syahwat kemaluan, puasa hati juga sangat penting dilakukan. Ini bisa dilakukan dengan menjauhi segala bentuk perbuatan dan pikiran yang mengalihkan konsentrasi kepada Allah Ta’ala.
Puasa tidak boleh rusak karena dinodai oleh ghibah, namimah, ghaflah, dengki, dan akhlak-akhlak buruk lainnya. Untuk memasuki level itu, seseorang butuh pemanasan dan latihan jauh sebelum memasuki Ramadhan.
“Tak bisa mendadak seperti utopia kebanyakan umat muslim yang tancap gas mulai hari pertama,” kata Syaikh Rusydi, dikutip lama PPMI Mesir, Selasa (22/3/2022).
Baca juga: Sehat dan Hemat saat Ramadhan, Makan Ini saat Sahur dan Berbuka
Pemanasan dapat dilakukan dengan memperbanyak istighfar, shalawat, dan tahlil masing-masing 100 kali saat pagi dan sore hari. Dengan pemanasan itu, saat Ramadhan menunaikan ibadah menjadi ringan. Bahkan bukan sekadar beribadah, tapi terus-menerus dan berkesinambungan.
Persiapan menyambut Ramadhan bisa mencontoh Rasulullah SAW. Beliau menjalani berjuta badai kehidupan, yang beliau hadapi silih berganti. Tak ada ceritanya beliau meliburkan diri ke masjid.