Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Sehat dan Hemat saat Ramadhan, Makan Ini saat Sahur dan Berbuka

Fifiyanti Abdurahman Selasa, 22 Maret 2022 - 14:44 WIB
Sehat dan Hemat saat Ramadhan, Makan Ini saat Sahur dan Berbuka
Keluarga muslim yang sedang berbuka puasa. Foto: Langit7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Sudah menjadi tradisi saat bulan puasa, menu sahur dan berbuka dihidangkan dengan istimewa dan berkelimpahan. Kebanyakan orang melakukannya untuk memuaskan rasa lapar dan dahaga setelah seharian berpuasa.

Direktur Utama Klinik Sehat, dr. Agus Rahmadi, M.Biomed., MA mengatakan dalam hadits disebutkan berbuka yang paling baik itu dengan kurma, bila tidak ada bukalah dengan air putih. Itu mengindikasikan bahwa pentingnya kurma dan air putih.

Baca juga: Jaga Kadar Gula, Ini Menu Sahur dan Berbuka Penderita Diabetes

"Kebanyakan ketika berbuka, kita over reaktif dari ujung ke ujung dimakan semua. Padahal saat kita makan kurma 5 hingga 7 butir kemudian minum air itu sudah cukup. Cuma memang rasa lapar tersebut belum hilang," ujar Agus Rahmadi, dikutip dari YouTube UmmatTV, Selasa (22/3/2022).

Akan tetapi, lanjut dia, ketika selesai makan kurma kemudian Anda langsung shalat, yang dimana membutuhkan waktu 10 sampai 15 menit, maka energi Anda sudah pasti terbentuk secara perlahan karena kurma tadi.

"Maka itu, tinggal kesabarannya, walaupun rasa nafsu lapar ini sangat tinggi, sabar dulu saja," katanya.

Penulis buku bertajuk "Menjadi Dokter di Rumah Sendiri" ini lalu berkata memakan kurma membuat Anda lebih hemat, kemudian badan juga cukup terbakar dan lainnya.

Terkait sahur, Agus bertutur, seringkali sahur dijadikan ajang stok, padahal sebanyak-banyaknya Anda makan tetap saja nanti akan dihancurkan oleh tubuh. Tetap saja jam 12 atau jam 1 Anda akan merasa lapar lagi.

Jadi, apakah dengan banyak makan bisa menyelesaikan permasalah agar Anda tidak loyo? Tentu tidak.

Baca juga: Keutamaan Niat dan Sahur saat Ramadhan, Ini Pandangan Buya Yahya

"Sebenarnya kita tidak loyo itu karena adanya fungsi glukagon, makanya kenapa ketika lapar kita gemetaran. Gemetar itu ternyata mengaktifkan epinephrine atau adrenalin. Jadi orang lapar itu merangsang ginjal produksi yang namanya epinephrine, itu yang bikin gemetar," pungkasnya.

"Semakin orang rajin berpuasa, gemetar tersebut akan sebentar. Tapi ketika orang yang jarang puasa, maka sebelum bertemu nasi gemetarnya tidak akan hilang-hilang," ujarnya.

Nah, proses gemetar inilah yang ternyata menemukan hubungan ke alfa pankreas untuk produksi glukagon. Kenapa banyak orang di bulan Ramadhan jam 1 atau jam 2 lemas, atau ngantuk, karena glukagonnya sangat sedikit diproduksi dan itu semua terjadi karena pikiran mereka.

Pikiran yang kerap memikirkan soal apa yang akan mereka konsumsi ketika jam buka puasa. Pikiran seperti itu menyebabkan air liur keluar, bukan glukagon atau TSH (Thyroid Stimulating Hormone).

"Mereka lupa bahwa seharusnya Ramadhan yang dipikirkan itu, ibadah, ibadah dan ibadah. Jadi fungsi kita bagaimana memikirkan Ramadhan dengan memperbanyak amal, perbanyak tilawah, hafalan Qur'an dan lainnya. Harusnya seperti itu," ungkapnya.

Menurut dia, buka puasa jangan terlalu ribet, begitupun dengan sahur, yang terpenting adalah bagaimana mempertahankan air. Karena di bulan Ramadhan itu yang paling ditakutkan adalah dehidrasi, walaupun tingkatknya ringan.

Baca juga: Penting Diketahui, Ini Menu yang Baik Saat Sahur Puasa Senin-Kamis

Makanya ketika sahur, jangan mengonsumsi makanan yang mengandung minyak dan santan, agar airnya tidak langsung keluar. Tetapi perbanyak makan serat, jadi ketika sahur hendaknya memakan sayur bening dan apel.

"Ini akan menjadi sangat irit, bukanya kurma dan air putih, kemudian sahurnya sayur bening dan apel," ucapnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)