Buat Orang Tua, Pilih Didik Anak ke Pesantren atau Sekolah Islam?
Mahmuda attar hussein
Rabu, 23 Maret 2022 - 10:05 WIB
Ilustrasi anak belajar di pesantren. (Foto: Istimewa).
Umat Islam di kota-kota besar umumnya condong pada dua pilihan yakni memasukkan anak ke pesantren atau sekolah Islam. Keduanya memiliki plus minus masing-masing.
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan agama yang sangat baik untuk buah hati. Sebab mereka mendapat ilmu lebih lengkap mengenai Islam dan melatih anak disiplin.
Sementara sekolah Islam pun menjadi alternatif bagi orang tua yang ingin anaknya menjadi ahli ibadah dan paham agama, namun tetap mereka bisa mengontrolnya setiap hari.
Baca Juga:Selain Pesantren, Sekolah Islam juga Punya Potensi Ekonomi Syariah
Berikut plus minus pesantren dan sekolah Islam dari beberapa sumber dilansir Langit7:
Kelebihan pondok pesantren, anak akan didik disiplin untuk beribadah. Mulai dari shalat di masjid, mengaji dan berdzikir, serta mandiri. Keunggulan lainnya mereka dibimbing secara ketat, sehingga terbebas dari pergaulan yang kurang baik seperti kebanyakan remaja sekarang.
Namun kekurangannya, tidak semua orang tua siap melepas sang buah hati, apalagi sampai berbulan-bulan. Belum lagi komunikasi dengan mereka dibatasi, seperti tidak boleh memegang ponsel atau dijenguk sesering mungkin.
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan agama yang sangat baik untuk buah hati. Sebab mereka mendapat ilmu lebih lengkap mengenai Islam dan melatih anak disiplin.
Sementara sekolah Islam pun menjadi alternatif bagi orang tua yang ingin anaknya menjadi ahli ibadah dan paham agama, namun tetap mereka bisa mengontrolnya setiap hari.
Baca Juga:Selain Pesantren, Sekolah Islam juga Punya Potensi Ekonomi Syariah
Berikut plus minus pesantren dan sekolah Islam dari beberapa sumber dilansir Langit7:
Kelebihan pondok pesantren, anak akan didik disiplin untuk beribadah. Mulai dari shalat di masjid, mengaji dan berdzikir, serta mandiri. Keunggulan lainnya mereka dibimbing secara ketat, sehingga terbebas dari pergaulan yang kurang baik seperti kebanyakan remaja sekarang.
Namun kekurangannya, tidak semua orang tua siap melepas sang buah hati, apalagi sampai berbulan-bulan. Belum lagi komunikasi dengan mereka dibatasi, seperti tidak boleh memegang ponsel atau dijenguk sesering mungkin.