Tiga Tips Bagi UMKM Agar Bertahan di Masa Pandemi
Mahmuda attar hussein
Rabu, 28 Juli 2021 - 19:04 WIB
Ilustrasi. UMKM. Pixabay
Pelaku UMKM kesulitan untuk berkembang disaat pandemi Covid-19 seperti saat ini. Kesulitan semakin terasa akibat kebijakan pemerinttah memperpanjang PPKM Level 4 hingga 2 Agustus mendatang.
Walaupun para pelaku UMKM diberi kelonggaran dalam menjalankan usaha, tapi sepinya pembeli akibat penerapan protokol kesehatan yang ketat menjadi masalah baru.
Mereka perlu melakukan terobosan baru untuk bisa tetap bertahan di situasi saat ini. Jika tidak, bukan hanya dampat kesehatan akibat pandemi yang akan mereka rasakan, tapi juga perekonomian yang kian hari makin sulit.
Founder dan CEO Your Tea Group, Indra Thamrin mengatakan ada beberapa strategi yang harus dilakukan oleh pelaku UMKM agar bisa menghadapi situasi pandemi. Berikut adalah strategi dari Indra Thamrin yang sudah Langit7 rangkum:
1.Adaptif
Pelaku UMKM perlu menyesuaikan terhadap situasi pandemi, tidak hanya penyesuaian strategi pemasaran. Lebih jauh, adaptif di sini juga memungkinkan pelaku UMKM melakukan shifting pada produk dagangnya.
“Jadi kalau biasa kita jualan pakaian, di saat pandemi kita bisa lihat kebutuhan mendesak yang ada, contohnya pakaian alat pelindung diri (APD). Selain itu, kita pelaku usaha juga bisa beralih memanfaatkan produk kesehatan yang ada sebagai produk dagang,” katanya dalam Webinar Transformasi Digitalisasi Bisnis bagi Startup dan Pelaku UMKM di Indonesia, Rabu (28/7).
Walaupun para pelaku UMKM diberi kelonggaran dalam menjalankan usaha, tapi sepinya pembeli akibat penerapan protokol kesehatan yang ketat menjadi masalah baru.
Mereka perlu melakukan terobosan baru untuk bisa tetap bertahan di situasi saat ini. Jika tidak, bukan hanya dampat kesehatan akibat pandemi yang akan mereka rasakan, tapi juga perekonomian yang kian hari makin sulit.
Founder dan CEO Your Tea Group, Indra Thamrin mengatakan ada beberapa strategi yang harus dilakukan oleh pelaku UMKM agar bisa menghadapi situasi pandemi. Berikut adalah strategi dari Indra Thamrin yang sudah Langit7 rangkum:
1.Adaptif
Pelaku UMKM perlu menyesuaikan terhadap situasi pandemi, tidak hanya penyesuaian strategi pemasaran. Lebih jauh, adaptif di sini juga memungkinkan pelaku UMKM melakukan shifting pada produk dagangnya.
“Jadi kalau biasa kita jualan pakaian, di saat pandemi kita bisa lihat kebutuhan mendesak yang ada, contohnya pakaian alat pelindung diri (APD). Selain itu, kita pelaku usaha juga bisa beralih memanfaatkan produk kesehatan yang ada sebagai produk dagang,” katanya dalam Webinar Transformasi Digitalisasi Bisnis bagi Startup dan Pelaku UMKM di Indonesia, Rabu (28/7).