Dekat dan Terjangkau, Malaysia Jadi Negara Tujuan Utama Pasien Indonesia Berobat
Ahmad jilul qurani farid
Kamis, 24 Maret 2022 - 15:01 WIB
Ilustrasi (Dok MHTC)
Negeri Jiran atau Malaysia menjadi tujuan utama masyarakat Indonesia untuk berobat. Sebelum pandemi Covid-19 pada tahun 2019 saat perbatasan Malaysia belum ditutup, Malaysia Healthcare Travel Council mencatat lebih dari 670.000 pasien Indonesia berobat di Malaysia.
Chief Executive Officer Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) Mohd Daud Mohd Arif mengungkapkan alasan utama Malaysia jadi tujuan pasien Indonesia dalam berobat sebab lebih dekat dan lebih terjangkau dibanding negara-negara lain.
“Lebih murah dan terjangkau, namun dengan standar internasional yang sama dengan negara lain,” kata Mohd Daud kepada Langit7.id di Jakarta, Rabu (23/3/2022).
Biaya pengobatan untuk pasien internasional di Malaysia tidak dibedakan dengan pasien lokal. Bahkan menurut Mohd Daud, ada batas atas harga berobat di Malaysia sehingga Rumah Sakit tidak bisa bebas mematok tarif yang mahal.
Baca Juga:Covid-19 di Indonesia Menuju Endemi? Ini Penjelasan Pakar
Dari tahun ke tahun, jumlah pasien Indonesia yang berobat ke Malaysia terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2017, jumlah pasien dari Indonesia lebih dari 593.000 pasien dan meningkat menjadi 670.000 pasien sebelum perbatasan Malaysia ditutup. Bahkan separuh dari pasien internasional di Malaysia berasal dari Indonesia.
Kendati demikian, Mohd Daud menegaskan bahwa pelayanan kesehatan di Indonesia tidak kalah dengan pelayanan di Malaysia. Pihaknya tidak ingin berkompetisi untuk berebut pasien namun ingin menjadi pelengkap bagi pelayanan kesehatan di Indonesia.
Chief Executive Officer Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) Mohd Daud Mohd Arif mengungkapkan alasan utama Malaysia jadi tujuan pasien Indonesia dalam berobat sebab lebih dekat dan lebih terjangkau dibanding negara-negara lain.
“Lebih murah dan terjangkau, namun dengan standar internasional yang sama dengan negara lain,” kata Mohd Daud kepada Langit7.id di Jakarta, Rabu (23/3/2022).
Biaya pengobatan untuk pasien internasional di Malaysia tidak dibedakan dengan pasien lokal. Bahkan menurut Mohd Daud, ada batas atas harga berobat di Malaysia sehingga Rumah Sakit tidak bisa bebas mematok tarif yang mahal.
Baca Juga:Covid-19 di Indonesia Menuju Endemi? Ini Penjelasan Pakar
Dari tahun ke tahun, jumlah pasien Indonesia yang berobat ke Malaysia terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2017, jumlah pasien dari Indonesia lebih dari 593.000 pasien dan meningkat menjadi 670.000 pasien sebelum perbatasan Malaysia ditutup. Bahkan separuh dari pasien internasional di Malaysia berasal dari Indonesia.
Kendati demikian, Mohd Daud menegaskan bahwa pelayanan kesehatan di Indonesia tidak kalah dengan pelayanan di Malaysia. Pihaknya tidak ingin berkompetisi untuk berebut pasien namun ingin menjadi pelengkap bagi pelayanan kesehatan di Indonesia.